Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kowani Dorong Pengajuan Arsip Perjuangan Perempuan RI Ke UNESCO
Kamis, 2 Juli 2026 13:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menuju peringatan 100 tahun pada 2028, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mendorong pengajuan arsip perjuangan perempuan Indonesia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) melalui program Memory of the World (MoW). Hal itu disampaikan Ketua Umum Kowani 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Komitmen tersebut disampaikan dalam acara nonton bareng (nobar) film Jangan Buang Ibu yang diikuti sekitar 3.000 anggota Kowani. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyongsong satu abad Kowani sekaligus mendukung program Kowani Goes to UNESCO.
Nannie menjelaskan, program tersebut bertujuan memastikan sejarah perjuangan perempuan Indonesia tetap terjaga dan mendapat pengakuan dunia. Karena itu, pengajuan yang dilakukan bukan sebagai World Heritage atau Situs Warisan Dunia, melainkan melalui program Memory of the World, yang berfokus pada pelestarian arsip dan dokumen bersejarah.
Baca juga : Gerindra Dukung Penambahan PLBN, Perbatasan Harus Jadi Beranda Terdepan RI
"Kami ingin mendaftarkan Kowani dengan harapan generasi sekarang dan mendatang tidak melupakan sejarah perjuangan perempuan Indonesia," ujar Nannie.
Kowani juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki arsip atau dokumen sejarah terkait perjuangan perempuan Indonesia untuk berpartisipasi. Seluruh arsip yang terkumpul nantinya akan dihimpun bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai bagian dari proses pengajuan ke UNESCO.
"Siapa pun yang memiliki warisan atau koleksi dari nenek moyang yang pernah berjuang, silakan menghubungi Kowani. Nanti akan kami kumpulkan bersama ANRI untuk dibawa ke UNESCO," katanya.
Baca juga : CIMB Niaga Gelar Pelatihan Hingga Permodalan UMKM Perempuan Di Indonesia Timur
Suasana haru terasa di dalam studio bioskop saat penonton menyaksikan film Jangan Buang Ibu. Mayoritas penonton yang merupakan para ibu tampak larut dalam alur cerita film produksi Leo Pictures tersebut, yang mengangkat kisah pengorbanan seorang ibu bagi anak-anaknya.
Film ini diproduseri Agung Saputra dan Deni Saputra, serta disutradarai Hadrah Daeng Ratu. Menurut Nannie, film tersebut sejalan dengan semangat Kowani dalam mengangkat nilai-nilai perjuangan perempuan.
Acara nobar juga bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli. Sebagai sosok yang lahir di keluarga polisi, Nannie menilai peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga sangatlah penting.
Baca juga : INDEF Dorong Penguatan Kolaborasi untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Film Jangan Buang Ibu dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia, antara lain Nirina Zubir, Dwi Sasono, Amanda Manopo, Refal Hady, Erika Carlina, dan Mpok Ati.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya