Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Financial Anxiety Dorong Lipstick Effect, Literasi Keuangan Jadi Kunci
Rabu, 15 Juli 2026 13:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian ekonomi global, dan dinamika pasar tenaga kerja mendorong berkembangnya financial anxiety atau kecemasan finansial di kalangan masyarakat.
Salah satu dampaknya adalah munculnya fenomena lipstick effect, yakni kecenderungan tetap membeli produk atau layanan yang memberikan kepuasan emosional dengan harga relatif terjangkau sebagai bentuk self-reward.
Fenomena tersebut tercermin dari tetap ramainya pusat perbelanjaan, kafe, hingga meningkatnya konsumsi berbagai produk affordable luxury di tengah ketidakpastian ekonomi.
Berdasarkan Indonesia Millennial & Gen Z Report 2027, sebanyak 65,8 persen responden mengaku menunda atau menahan pengeluaran karena khawatir kondisi keuangan mereka akan memburuk pada masa mendatang.
Sementara itu, 69,1 persen responden menyatakan lebih membutuhkan konten yang memberikan solusi praktis mengenai pengelolaan keuangan dibandingkan narasi yang hanya menekankan risiko kemiskinan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa financial anxiety tidak lagi sekadar persoalan psikologis, tetapi mulai memengaruhi keputusan ekonomi sehari-hari, mulai dari pola konsumsi, kebiasaan menabung, hingga keputusan berinvestasi.
Berbagai faktor menjadi pemicu meningkatnya kecemasan finansial, antara lain kenaikan biaya hidup, kualitas lapangan kerja yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja, serta tekanan sosial akibat gaya hidup di media sosial yang mendorong budaya perbandingan.
Baca juga : Tekanan Global Meningkat, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Aman
Direktur PT Insight Investments Management (IIM) Ria M. Warganda menilai, fenomena tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun ketahanan finansial di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Menurut Ria, financial anxiety dan lipstick effect merupakan respons psikologis yang wajar ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang menunda keputusan finansial yang besar dan memilih pengeluaran kecil untuk menjaga keseimbangan emosional.
"Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan kecemasan ini tidak melumpuhkan langkah-langkah strategis kita. Kebiasaan belanja tersebut harus tetap diimbangi dengan menabung dan berinvestasi secara konsisten agar momentum ini bisa menjadi dorongan untuk membangun perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih baik," ujar Ria, Rabu (15/7/2026).
Ia mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan masyarakat adalah membangun fondasi keuangan melalui pengelolaan arus kas, penyediaan dana darurat, serta investasi yang disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
"Investasi bukan sekadar mengejar potensi imbal hasil, melainkan proses membangun ketahanan finansial secara bertahap. Melalui strategi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, masyarakat dapat menjadi lebih siap menghadapi ketidakpastian sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengelola keuangan mereka," tuturnya.
Literasi Keuangan Perlu Diperkuat
Ria menambahkan, meningkatnya financial anxiety perlu direspons dengan peningkatan literasi keuangan serta evaluasi kondisi finansial sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga : Batik Vermis, Karya Nusakambangan Yang Mendunia
"Semakin baik literasi keuangan seseorang, semakin besar kemampuannya mengambil keputusan secara rasional, termasuk dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialnya," ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan menjadikan edukasi mengenai pengelolaan aset dan investasi sebagai salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga Indonesia.
Reksa Dana Pasar Uang Jadi Alternatif
Di tengah kebutuhan akan instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pasar uang menjadi salah satu alternatif yang banyak dipertimbangkan, terutama bagi investor dengan profil risiko konservatif maupun investor pemula.
Salah satu produk yang dikelola PT Insight Investments Management adalah Insight Money (I-Money), yang menginvestasikan dana pada instrumen pasar uang dan efek bersifat utang dengan tenor maksimal satu tahun.
Karakteristik tersebut dirancang untuk memberikan diversifikasi risiko sekaligus menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas pasar.
Berdasarkan Fund Fact Sheet PT IIM per Juni 2026, Insight Money (I-Money) mencatatkan kinerja kumulatif 92,96 persen sejak diluncurkan pada Desember 2015.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Infovesta Money Market Fund Index yang tumbuh 58,44% pada periode yang sama.
Baca juga : PLN EPI Perkuat Literasi Keuangan Pegawai Lewat Financial Wellbeing
Dalam periode yang lebih pendek, I-Money juga membukukan kinerja: 30,70 persen dalam lima tahun; 18,33 persen dalam tiga tahun; dan 5,31 persen dalam satu tahun terakhir.
Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi I-Money dalam menghasilkan pertumbuhan investasi sekaligus menjaga stabilitas portofolio di tengah dinamika pasar.
Sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, reksa dana dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang dipertimbangkan karena dikelola secara profesional dengan prinsip diversifikasi.
Untuk mempermudah akses investasi, PT IIM menyediakan berbagai produk reksa dana melalui mitra distribusi resmi maupun aplikasi Reksa Dana Online (RDO) InvestasiIN.
Melalui platform digital tersebut, masyarakat dapat bertransaksi dan memantau perkembangan portofolio investasi secara real-time. Selain kemudahan akses, InvestasiIN juga menawarkan transparansi sosial.
Investor dapat memilih tema kontribusi sosial (CSR) dari setiap produk reksa dana Insight sekaligus memantau perkembangan program pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh investasi mereka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya