Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tekanan Global Meningkat, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Aman
Selasa, 7 Juli 2026 18:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih dipengaruhi risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan perlambatan ekonomi dunia.
"Dinamika global masih perlu dicermati mengingat stabilitas kawasan masih rentan terhadap potensi eskalasi baru," kata Friderica, yang akrab disapa Kiki, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Ia mengatakan, perkembangan terbaru ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah mengurangi tekanan di pasar energi global. Hal itu tercermin dari harga minyak dunia yang kembali mendekati level sebelum konflik serta berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Meski demikian, OJK menilai risiko geopolitik masih membayangi prospek ekonomi global sehingga tetap perlu diwaspadai.
Baca juga : Layani 2,05 Juta Penumpang, ASDP Pastikan Operasional 4 Pelabuhan Utama Lancar
Friderica menjelaskan, indikator ekonomi global secara umum masih berada di atas ekspektasi pasar, namun menunjukkan perbedaan kinerja antarnegara di tengah tekanan inflasi yang kembali meningkat.
Amerika Serikat dinilai masih cukup resilien dengan pasar tenaga kerja yang tetap solid meskipun inflasi mengalami kenaikan. Sementara itu, China masih menghadapi lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta, sedangkan aktivitas ekonomi di Eropa masih tertahan akibat lemahnya permintaan meski sektor manufaktur mulai menunjukkan perbaikan.
Menurut dia, pada Juni 2026, OECD dan Bank Dunia merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 masing-masing menjadi 2,8 persen dan 2,5 persen.
"Namun pertumbuhan tersebut masih berpotensi semakin menurun apabila konflik kembali meningkat atau gangguan pasokan komoditas energi berlangsung berkepanjangan," ujarnya.
Baca juga : Menko Pangan Minta Sektor Lain Ikuti Langkah Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Ia menambahkan, prospek pertumbuhan ekonomi global masih dibayangi lemahnya permintaan, perlambatan ekonomi China, serta meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama (higher for longer). Kondisi tersebut memengaruhi selera risiko (risk appetite) investor global di pasar keuangan.
Di dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan moderasi di tengah mulai meningkatnya tekanan inflasi. Indeks PMI manufaktur melemah, surplus neraca perdagangan menyempit, dan cadangan devisa menurun. Meski demikian, stabilitas ekonomi tetap terjaga melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter.
"Sejalan dengan perkembangan tersebut, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga didukung oleh meredanya tekanan eksternal dan respons kebijakan yang memadai," kata Friderica.
Dari sisi pasar modal, OJK mencatat pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi sepanjang Juni 2026 akibat berlanjutnya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.
Baca juga : Jaga Kepercayaan Investor, Pemerintah Resmikan Sentra Karbon Kehutanan Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.643,19 atau terkoreksi 7,90 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan turun 34,74 persen sejak awal tahun (year-to-date/ytd).
Kendati demikian, Friderica menegaskan resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara umum masih terjaga. "Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal dalam negeri secara umum tetap manageable," ujarnya.
OJK juga mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham mencapai Rp 22,23 triliun pada Juni 2026, sedikit menurun dibandingkan Mei 2026 sebesar Rp 22,86 triliun.
Sementara itu, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 19,63 triliun di pasar saham, meningkat dibandingkan net sell sebesar Rp 4,10 triliun pada Mei 2026, seiring volatilitas pasar keuangan global dan penyesuaian portofolio investor.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya