Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Selangkah Lagi, Luis de la Fuente Ukir Sejarah
- Fabio Calonego Bakal 2 Musim Lagi Bareng Persija
- Tak Masuk Proyeksi Musim 2026/27, Persib Lepas Dimas Drajad
- Luke Anthony Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Menuju Piala Dunia 2030
- Kasus Korupsi & TPPU, Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok
Luncurkan Bronyx AI, ITSEC Asia Bidik Pasar Keamanan Siber
Rabu, 15 Juli 2026 19:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan di Indonesia untuk mempercepat proses pengujian keamanan siber organisasi menjadi hanya dalam hitungan jam dengan tetap melibatkan tenaga ahli keamanan siber.
Peluncuran Bronyx AI dilakukan di Jakarta, Rabu (15/7/2026), di tengah meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang tidak hanya mempercepat inovasi teknologi, tetapi juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mengotomatisasi serangan terhadap sistem digital.
President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan perkembangan teknologi dan ancaman siber yang semakin cepat menuntut pendekatan baru dalam proses pengujian keamanan.
"Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber," ujar Patrick.
Menurut dia, Bronyx AI dikembangkan berdasarkan pengalaman ITSEC Asia selama lebih dari 16 tahun menangani kebutuhan keamanan siber di berbagai industri dan pasar internasional.
Baca juga : Pasar Jaya Luncurkan Program Geber, Gerakan Bersama Bersih Pasar
Platform tersebut memanfaatkan agen AI untuk menjalankan berbagai tahapan pengujian terhadap sistem yang telah memperoleh otorisasi, mulai dari network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian aplikasi web dan API, hingga penyusunan Security Assessment Report yang dilengkapi penilaian CVSS serta rekomendasi perbaikan.
Patrick menjelaskan Bronyx AI berbeda dengan vulnerability scanner konvensional karena agen AI tidak hanya mengidentifikasi kerentanan, tetapi juga menganalisis hasil pengujian secara aktif dan menentukan langkah pengujian berikutnya.
Dalam pengujian di laboratorium pengembangan ITSEC Asia, Bronyx AI mampu menyelesaikan proses full scan mulai dari 14 menit hingga empat jam, bergantung pada ruang lingkup dan kompleksitas sistem yang diuji.
Meski mengandalkan AI, perusahaan tetap menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL) untuk menjaga kualitas hasil pengujian. Seluruh temuan dengan tingkat risiko tinggi dan kritis akan divalidasi oleh konsultan keamanan siber sebelum laporan akhir disampaikan kepada pelanggan.
"Kecepatan yang ditawarkan AI harus berjalan bersama dengan kualitas temuan, analisis, dan akuntabilitas profesional keamanan siber," kata Patrick.
Baca juga : Pemerintah Luncurkan SRUK, Perkuat Ekosistem Pasar Karbon Indonesia
Peluncuran Bronyx AI turut dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Sonny Hendra Sudaryana, serta Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia Yudho Giri Sucahyo.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah mengapresiasi pengembangan teknologi AI oleh perusahaan nasional sebagai upaya memperkuat ekosistem digital Indonesia.
Menurut Edwin, perkembangan AI membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital sekaligus menghadirkan tantangan baru di bidang keamanan siber yang perlu diantisipasi.
"Kami mengapresiasi upaya pelaku industri nasional seperti ITSEC Asia dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dari Indonesia untuk menjawab kebutuhan nyata industri. Inisiatif seperti ini menunjukkan kapasitas talenta dan industri teknologi Indonesia untuk menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan nasional serta meningkatkan daya saing di tingkat global," ujarnya.
ITSEC Asia juga memastikan aspek keamanan data menjadi bagian utama dalam pengembangan Bronyx AI. Seluruh pengujian hanya dilakukan terhadap aset yang telah memperoleh otorisasi tertulis dari pelanggan sesuai ruang lingkup yang disepakati.
Baca juga : Teken 7 MoU Industri Di INNOPROM, RI Bidik Pasar Eurasia
Selain itu, data hasil pengujian disimpan secara terisolasi, seluruh keys dan credentials dienkripsi, serta tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis dari pelanggan.
Bronyx AI tersedia dalam layanan berbasis cloud maupun dapat diimplementasikan di lingkungan (on-premise environment) milik pelanggan yang membutuhkan tingkat keamanan dan pengelolaan data lebih tinggi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya