Dark/Light Mode

Peluncuran Buku Sumitro Djojohadikusumo: Menyalakan Api Ekonomi Kebangsaan

Rabu, 22 Juli 2026 14:53 WIB
Peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo dalam perspektif nasionalisme ekonomi (Foto: Istimewa)
Peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo dalam perspektif nasionalisme ekonomi (Foto: Istimewa)

Gagasan ekonomi Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo selama ini lebih banyak dikenal sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia pascakemerdekaan. Namun, satu sisi penting pemikirannya yang jarang dikaji secara mendalam adalah keberpihakan Sumitro terhadap perjuangan melawan kolonialisme dan dominasi ekonomi asing. Ia risau dengan kemerdekaan ekonomi yang tak kunjung tergenggam.

Sumitro menjadi salah satu ekonom yang menjadi pijar ekonomi kebangsaan. Ia yang menganggap membangun kedaulatan ekonomi nasional sebagai bagian penting tegaknya kemederkaan bangsa.  

Perspektif tersebut diangkat dalam buku terbaru berjudul Sumitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan, karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi, yang akan diluncurkan melalui format berbeda dari kebanyakan peluncuran buku. Alih-alih menggelar bedah buku konvensional, Nusantara Centre selaku penyelenggara memilih format diskusi ahli (expert discussion) yang menghadirkan para tokoh lintas bidang untuk mendialogkan kembali relevansi pemikiran Sumitro terhadap tantangan ekonomi Indonesia saat ini.

Baca juga : IPR: UU PFII Bukti Komitmen Pemerintah Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

Acara akan diselenggarakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang peluncuran karya intelektual, tetapi juga menjadi laboratorium gagasan untuk merumuskan arah baru pembangunan ekonomi nasional yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta tradisi pemikiran ekonomi Indonesia. 

Panitia telah mengundang sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber. Antara lain Presiden Prabowo Subianto, Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, Guru Besar IPB Prof. Didin S. Damanhuri, Direktur Utama RRI Ignatius Hendratmo, serta Founder Ethos Group Mukit Hendrayatno.

Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo dijadwalkan memberikan sambutan, bersama kehadiran sejumlah anggota keluarga besar Djojohadikusumo, yaitu Irwan Bobby Meidianto, Mitra Vinda Silitonga, Rahayu Saraswati, dan Ragowo Hediprasetyo. Diskusi juga akan diperkaya oleh tanggapan aktif dari beberapa pakar ekopol Pancasila yang turut diundang seperti Airvin Hardani, Budi Djatmiko, Didin Syahruddin, M.Arief Pranoto, Mustika Sani, Ricky Hendarsen, Laksma Salim, Sayuti Asyathri, Tony Hasyim Zulkifli Ekomei, Amir Santoso, Sri Edi Swasono, Bambang Wiwoho, dan pemikir kebangsaan lainnya.

Baca juga : BAZNAS Luncurkan Kampung Zakat Di Sumbar, Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Tenun

Di luar momentum peluncuran buku, perhelatan ini juga akan menghadirkan simposium nasional sebagai wadah strategis untuk merumuskan implikasi nyata bagi arsitektur perekonomian Indonesia. Simposium ini ditargetkan mampu memperkokoh fondasi perekonomian nasional berdasarkan Pancasila, konstitusi, pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, dan pikiran para ekonom strukturalis, agar mempercepat implementasi sistem Ekonomi Pancasila dalam menghadapi tantangan global.

Karya ini menghadirkan kembali wajah Sumitro Djojohadikusumo sebagai seorang ekonom sekaligus nasionalis yang memandang perjuangan ekonomi sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya ketergantungan ekonomi terhadap kekuatan eksternal, pemikiran Sumitro dinilai kembali menemukan relevansinya. 

Buku ini merupakan hasil riset kolaboratif dua ekonom Pancasila, yaitu Agus Rizal dan Dedi Setiadi, yang mengkaji berbagai pemikiran, pidato, dan karya Sumitro Djojohadikusumo dari perspektif ekonomi politik dan nasionalisme ekonomi. Penyusunannya juga didukung oleh sejumlah kontributor, yaitu DR. Ichsanuddin Noorsy, Prof. Didin S. Damanhuri, Prof. Yudhie Haryono, Yaya Sunaryo, Riskal Arief, Asy'ari Muchtar, Irma Syuryani Harahap, Firdaus Syamsu, dan Rian Prasetyo.

Baca juga : Cek Endra: Peluncuran B50 Tonggak Kedaulatan Energi dan Ekonomi Nasional

Melalui diskusi ahli ini diharapkan lahir dialog yang lebih luas mengenai nasionalisme ekonomi Indonesia, sekaligus memperkaya khazanah pemikiran ekonomi Pancasila dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Dwi Apriyan
Dwi Apriyan
Peneliti

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.