Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- IHSG Merah Di Awal Perdagangan, Turun Ke 5.984
- Kakorlantas Ungkap Tantangan Baru Lalu Lintas di Era Teknologi & Bonus Demografi
- Yulisman: Ekspor Listrik Hijau Harus Maksimalkan Nilai Tambah untuk RI
- Riset Doktor Ilmu Komunikasi: Algoritma Medsos Turut Tentukan Narasi IKN
- Persija Resmi Rekrut Pratama Arhan
Presiden Prancis Boyong Investor Ke Damaskus
Macron Janji Membantu Pulihkan Ekonomi Suriah
Kamis, 9 Juli 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prancis Emmanuel Macron membawa angin segar bagi Suriah. Dalam kunjungan bersejarahnya ke Damaskus, Selasa (7/7/2026), Macron menjanjikan dukungan ekonomi dan investasi besar untuk membantu pemulihan negara yang porak-poranda akibat perang itu.
Macron menjadi pemimpin negara Barat pertama yang mengunjungi Suriah sejak Pemerintahan Bashar al-Assad tumbang 18 bulan lalu. Lawatan itu menjadi sinyal kuat dimulainya normalisasi hubungan Suriah dengan negara-negara Barat.
Mengutip The New York Times, Rabu (8/7/2026), Macron menunjukkan kepercayaannya terhadap Pemerintahan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.
Selama dua hari berada di Damaskus, Macron diajak al-Sharaa berkeliling kawasan Kota Tua, mengunjungi Museum Nasional Suriah, hingga bertemu kalangan pengusaha lokal.
Baca juga : Dinda Kanyadewi, Santai Belum Punya Pacar
Dalam kesempatan itu, Macron mengumumkan Prancis akan mengembalikan aset keluarga Assad senilai lebih dari 50 juta dolar AS atau sekitar Rp 900 miliar yang sebelumnya disita Pemerintah Prancis.
“Prancis siap menjadi mitra dekat Suriah,” ucap Macron, dikutip Anadolu, Rabu (8/7/2026).
Dia menegaskan, Paris siap membantu pemulihan sektor perbankan dan mendukung rekonstruksi ekonomi Suriah.
Macron juga selama ini menjadi salah satu tokoh Eropa yang aktif mendorong pelonggaran sanksi Barat terhadap Suriah agar proses pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih cepat.
Baca juga : Purbaya Yakinkan Parlemen & Masyarakat: Defisit 734 Triliun, Tapi APBN Aman
Delegasi Prancis yang dibawa Macron meliputi investor dan perwakilan sejumlah perusahaan besar Prancis. Kedua negara kemudian menandatangani serangkaian perjanjian kerja sama di bidang investasi, perbankan, infrastruktur, transportasi, kesehatan, hingga logistik.
Prancis dan Suriah juga sepakat membangun kemitraan transportasi laut dan udara guna memperkuat konektivitas perdagangan regional. Kedua negara pun sepakat kembali saling menempatkan duta besar setelah hubungan diplomatik sempat membeku selama bertahun-tahun.
Terakhir kali, Presiden Prancis mengunjungi Suriah pada September 2008 saat Nicolas Sarkozy datang ke Damaskus untuk mendorong berakhirnya isolasi diplomatik Suriah pascapembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri.
Al-Sharaa mengatakan, kunjungan Macron sebagai tonggak penting hubungan kedua negara.
Baca juga : Pemakaman Khamenei, Presiden RI Utus Menlu-Ketua MPR
“Suriah, yang merumuskan prioritas pemulihan dan rekonstruksinya sendiri melalui tangan rakyatnya, hari ini membuka pintu bagi kemitraan yang setara,” kata al-Sharaa dalam konferensi pers bersama.
Dia terus berupaya memulihkan hubungan dengan negara-negara Barat setelah memimpin koalisi pemberontak yang menggulingkan Bashar al-Assad pada akhir 2024.
Suriah kini membutuhkan investasi bernilai miliaran dolar untuk membangun kembali perekonomian dan infrastruktur yang hancur akibat perang saudara selama 14 tahun.
Di tengah ketidakpastian jalur perdagangan kawasan, khususnya ketika Selat Hormuz diblokade, Damaskus juga berupaya menawarkan diri sebagai jalur alternatif distribusi minyak dan komoditas dari Irak dan negara-negara Teluk menuju Laut Tengah melalui pelabuhan-pelabuhan Suriah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya