Dark/Light Mode

ASDP Sterilisasi Enam Pelabuhan Utama

Calo Tiket Kini Tak Bisa Lagi Bebas Berkeliaran

Rabu, 22 Juli 2026 06:40 WIB
Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Indonesia Ferry Rio Lasse. (Foto: Dok. ASDP)
Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Indonesia Ferry Rio Lasse. (Foto: Dok. ASDP)

 Sebelumnya 
Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Windy Andale menambahkan, transformasi tersebut dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan humanis. 

Menurut dia, penataan kawasan dilakukan bersama Pemda agar masyarakat yang selama ini beraktivitas di pelabuhan tetap memiliki ruang usaha yang tertata di Zona 1. 

“Artinya, sterilisasi bukan un tuk membatasi aktivitas masyarakat. Melainkan membangun budaya baru yang mengedepankan keselamatan, keamanan, kedisiplinan dan pelayanan prima,” terang Windy. 

Baca juga : Investasi Hilirisasi Bauksit Menggeser Dominasi Nikel

Manajemen ASDP optimistis, sterilisasi pelabuhan akan menjadi fondasi terciptanya budaya operasional yang lebih disiplin, aman, efisien, adaptif terhadap teknologi. 

“Sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan nasional,” pungkas Windy. 

Terpisah, pengamat transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai, sterilisasi pelabuhan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda sebagai bagian dari modernisasi transportasi laut nasional. 

Baca juga : Lansia Kesulitan Naik JPO Di Depan RS Harapan Kita

Djoko menekankan, kebijakan tersebut dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan. Sekaligus memperlancar arus logistik serta penumpang melalui proses bongkar muat yang lebih tertib dan efisien. 

Namun Djoko mengingatkan, agar implementasi kebijakan tetap memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan pelabuhan. Seperti pedagang asongan, porter tidak resmi, dan ojek pangkalan. 

Sterilisasi tidak boleh dimak nai sebagai penggusuran tanpa solusi, melainkan diikuti penyediaan ruang usaha yang layak di Zona 1. 

Baca juga : Media Argentina Kecam Lautaro Diparkir Scaloni

“Hal ini agar masyarakat tetap menjadi bagian dari ekosistem pelabuhan yang lebih tertata,” imbau Djoko. 

Ia menambahkan, keberhasilan program juga bergantung pada kesiapan infrastruktur, mulai dari e-ticketing, autofeed gate, jaringan teknologi informasi, kapasitas parkir, hingga pengaturan arus kendaraan agar tidak menimbulkan antrean panjang. 

“Sinergi antara Kementerian Perhubungan, operator pelabuhan, Pemda, aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan implementasi,” pungkasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.