Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Janji Radovan Pankov Bikin Lini Belakang Persija Makin Kokoh
- Latih Italia Lagi, Mancini Fokus Bawa Azzurri ke Piala Dunia 2030
- OTT, KPK Bawa 12 Orang ke Gedung Merah Putih, Termasuk Bupati Pemalang
- PSIM Yogyakarta Rekrut Striker Asal Spanyol
- KPPU dan K&K Advocates Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha, Wujudkan Persaingan Sehat
The 32 IMG-GT
The 4th PIT POC Meeting Perkuat Kerja Sama Sawit, MoU 3 Negara Siap Diteken
Rabu, 22 Juli 2026 17:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama anak perusahaannya, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) dan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA), menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Cooperation (POC) Meeting dalam rangkaian The 19th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Working Group on Agriculture and Agribusiness (WGAA) Meeting.
Penyelenggaraan forum ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan BUMN dalam memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus mendorong pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk mempererat kolaborasi dalam pengembangan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif.
Ketiga negara merupakan produsen utama minyak sawit dunia dengan kontribusi sekitar 87 persen terhadap produksi global. Indonesia menjadi produsen terbesar, disusul Malaysia dan Thailand.
Baca juga : GAPKI dan EAEU Perkuat Kerja Sama Industri Minyak Sawit & Minyak Nabati
Posisi strategis tersebut menjadikan kerja sama di bawah kerangka IMT-GT semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari peningkatan produktivitas, keberlanjutan, pemberdayaan pekebun, hingga penguatan akses pasar internasional.
Pertemuan dibuka secara resmi oleh Chairman PIT Palm Oil Cooperation, Dato' Razali bin Mohamad. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Head of Delegation (HoD) Indonesia, Hendratmojo Bagus Hudoro, sementara Delegasi Malaysia dipimpin Norhayati binti Md. Husin dan Delegasi Thailand dipimpin Ms. Hirunya Srasom.
Dalam sambutannya, Hendratmojo Bagus Hudoro menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama ketiga negara untuk menghadapi dinamika perdagangan internasional, tuntutan keberlanjutan, serta tantangan perubahan iklim.
Menurutnya, melalui platform IMT-GT, Indonesia, Malaysia, dan Thailand dapat memperkuat kolaborasi dalam peningkatan produktivitas, pengembangan industri hilir, pemberdayaan pekebun rakyat, inovasi, serta harmonisasi berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan industri kelapa sawit berkelanjutan.
Baca juga : Lahan Terbengkalai, Pemerintah Evaluasi Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara
Salah satu hasil utama pertemuan ini adalah persetujuan seluruh negara anggota terhadap rancangan Memorandum of Understanding (MoU) on Cooperation in the Palm Oil Sector under IMT-GT.
Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama regional di sektor kelapa sawit. Para delegasi juga mengusulkan agar penandatanganan MoU dilaksanakan pada The 32nd IMT-GT Ministerial Meeting yang dijadwalkan berlangsung di Medan pada September 2026 sebagai bentuk komitmen bersama Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam memperkuat kolaborasi strategis di sektor kelapa sawit.
Selain itu, pertemuan mengadopsi Terms of Reference (ToR) PIT Palm Oil Cooperation sebagai pedoman pelaksanaan kerja sama pada masa mendatang.
Peserta juga mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Webinar on Oil Palm Smallholder Empowerment pada Juni 2026.
Baca juga : Barantin Dan Mendes Sepakat Kerja Sama Percepat Ekspor Dari Desa
Perwakilan BPDP, Normansyah Syahrudin berharap, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dari webinar tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata untuk mendukung pemberdayaan pekebun kelapa sawit.
Menindaklanjuti keberhasilan itu, para delegasi mengusulkan agar webinar serupa kembali masuk dalam program kerja PIT Palm Oil Cooperation pada 2027.
Secara keseluruhan, The 4th PIT POC Meeting menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang semakin memperkuat komitmen Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam membangun industri kelapa sawit yang tangguh, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi pekebun, pelaku industri, serta perekonomian kawasan.
Melalui forum ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama regional yang saling menguntungkan guna mewujudkan industri kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung ketahanan pasokan minyak nabati dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya