Dark/Light Mode

Kemenhut Dan ITTO Perkuat Kerja Sama Jaga Hutan Tetap Lestari

Rabu, 13 Mei 2026 22:07 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bertemu Executive Director ITTO Sheam Satkuru di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2026). Pertemuan membahas penguatan kerja sama pengelolaan hutan lestari dan daya saing produk kayu tropis Indonesia. Dok. Kemenhut
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bertemu Executive Director ITTO Sheam Satkuru di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2026). Pertemuan membahas penguatan kerja sama pengelolaan hutan lestari dan daya saing produk kayu tropis Indonesia. Dok. Kemenhut

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan memperkuat kerja sama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) dalam pengelolaan hutan lestari dan pengembangan industri kayu tropis berkelanjutan.

Penguatan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Executive Director ITTO Sheam Satkuru di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas dukungan pengelolaan hutan lestari, pengembangan industri kayu tropis berkelanjutan, hingga peningkatan daya saing produk kehutanan Indonesia di pasar global.

Dalam pertemuan itu, Sheam Satkuru menyampaikan Indonesia merupakan negara anggota dengan kawasan hutan terbesar di Asia sekaligus menjadi anggota kunci bagi ITTO.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga dan ISOG Kerja Sama Pasok Gas untuk Kilang Balikpapan

ITTO juga menyambut baik keberadaan perwakilan kehutanan Indonesia di organisasi tersebut melalui mekanisme yang berlaku.

Selain itu, ITTO menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Indonesia melalui berbagai proyek yang didanai organisasi tersebut, termasuk pengelolaan ekosistem gambut, rehabilitasi dan konservasi mangrove, hingga pengembangan produk hasil hutan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia mendorong ITTO memperkuat dukungan terhadap peningkatan daya saing industri kayu tropis, termasuk melalui alih teknologi dan penguatan kapasitas yang lebih terarah.

Raja Juli juga menegaskan komitmen Indonesia memperkuat Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+) melalui integrasi teknologi penandaan geografis atau geotagging.

Baca juga : Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Bukan Sekadar Seremonial

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk meningkatkan transparansi dan ketertelusuran rantai pasok produk kehutanan dari hulu hingga hilir.

“SVLK+ memberikan jaminan kredibel bahwa produk kehutanan Indonesia berasal dari sumber legal dan dikelola secara berkelanjutan,” ujar Raja Juli dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Indonesia juga mengundang dukungan ITTO dalam mendorong pengakuan internasional yang lebih luas terhadap SVLK+, khususnya di negara-negara konsumen.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pasar global terhadap produk kayu lestari terverifikasi asal Indonesia.

Baca juga : RI Dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Strategis

Pertemuan bilateral itu menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi kehutanan di tingkat global sekaligus memperluas kolaborasi internasional dalam mendukung pengelolaan hutan lestari dan perdagangan hasil hutan yang bertanggung jawab.

Turut mendampingi Menteri Kehutanan dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Penasehat Utama Menteri Kehutanan, serta Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.