Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Raup Laba Bersih Rp 30,4 Triliun
Kinerjanya Kian Kinclong, Bank Mandiri Panen Cuan
Sabtu, 25 Juli 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk makin kinclong pada semester I-2026. Bank pelat merah ini panen cuan, setelah mengantongi laba bersih konsolidasi Rp 30,4 triliun atau melonjak 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini ditopang pertumbuhan kredit yang kuat dan berkualitas di berbagai segmen.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan intermediasi yang sehat memperkuat fundamental keuangan perseroan, sehingga profitabilitas tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Karena itu, Bank Mandiri sukses melanjutkan pertumbuhan bisnis yang solid pada kuartal II-2026 dengan penyaluran kredit yang tumbuh kuat dan berkualitas. Penyaluran kredit yang menembus Rp 1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen yoy, jauh di atas pertumbuhan kredit industri sebesar 12,7 persen.
“Serta terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam menggerakkan sektor riil,” ujar Riduan dalam paparan kinerja semester I-2026 secara virtual, Kamis (23/7/2026) sore.
Pada ekosistem Pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), penyaluran kredit bank berkode saham BMRI ini mencapai Rp 489 triliun atau meningkat 41,6 persen yoy, terutama untuk pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, dan layanan publik.
Sementara itu, kredit usaha mikro tumbuh 15,7 persen yoy menjadi Rp 31,3 triliun, memperluas akses pembiayaan bagi individu, keluarga, masyarakat produktif, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca juga : Harga BBM Lebih Mahal, Akses Tiket Kapal Seret
“Ekspansi ini tetap dijalankan secara prudent, sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang menjadi acuan Bank Mandiri di setiap penyaluran pembiayaan di seluruh segmen,” tegas Riduan.
Ia menambahkan, berbagai ekosistem tersebut saling melengkapi dalam menopang program prioritas nasional. Mulai dari pembiayaan proyek strategis Pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only mencapai Rp 1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri sebesar 10,2 persen yoy pada periode yang sama.
Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya aktivitas dan volume transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri.
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo mengatakan, outstanding kredit komersial mencapai Rp 343 triliun per Juni 2026 atau meningkat 15,1 persen yoy.
Pihaknya terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional.
Baca juga : Gavi Tolak Putri Leonor
“Termasuk perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor produktif lainnya,” ujarnya.
Menurut Totok, pertumbuhan laba merupakan hasil ekspansi kredit yang sehat dan terarah. Hal itu juga tercermin dari Net Interest Margin (NIM) yang berada di level 4,37 persen per Juni 2026, dibandingkan 4,63 persen pada Juni 2025.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menambahkan, perseroan juga berhasil memperbaiki efisiensi operasional.
Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank only terjaga di level 57,6 persen, membaik 6,2 poin secara yoy.
Di sisi digital, hingga Juni 2026 aplikasi Livin’ by Mandiri digunakan sekitar 41 juta pengguna terdaftar atau tumbuh 24,3 persen yoy, dengan rata-rata akuisisi sekitar 27 ribu pengguna baru setiap hari.
Adapun Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 354 ribu pengguna terdaftar, naik 26,8 persen yoy, dengan sekitar 84 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Baca juga : Jelang GP Hungaria, Aston Martin Dihantui Krisis Suku Cadang
Sementara dari sisi kualitas aset, Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro menyebut, rasio Non Performing Loan (NPL) Gross bank only membaik menjadi 0,98 persen atau turun 10 basis poin (bps) secara tahunan.
Sejalan dengan itu, Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,52 persen per Juni 2026 atau membaik 1 bps yoy, dengan NPL Coverage Ratio bank only mencapai 242 persen.
Pihaknya memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga.
“Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” tegas Danis. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya