Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Cuma Donasi Mesin, TMMIN Juga Latih Guru SMK Di Bali
Sabtu, 25 Juli 2026 10:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkuat komitmennya dalam mendukung revitalisasi pendidikan vokasi melalui program Vocational School Development. Tak hanya mendonasikan alat praktik berupa mesin kendaraan, perusahaan juga meningkatkan kompetensi guru serta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu unit mesin Toyota tipe 2TR (bensin) kepada SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota tipe 2GD (diesel) kepada SMK Rekayasa Denpasar. Bantuan tersebut menjadi bagian dari perluasan program CSR TMMIN ke Provinsi Bali.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan pengembangan sekolah vokasi tidak cukup hanya dengan penyediaan fasilitas belajar. Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri menjadi faktor penting dalam mencetak lulusan yang siap kerja.
Baca juga : Perkuat Pendidikan Vokasi, TMMIN Donasikan Mesin Kendaraan Ke 2 SMK Di Bali
"Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri," ujar Nandi di Denpasar, Bali, Jumat (24/7/2026).
Selain menyerahkan alat praktik, TMMIN juga memberikan pelatihan basic skill industri kepada para guru. Perusahaan turut mendukung penyelarasan kurikulum agar materi pembelajaran di SMK semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri otomotif.
Melalui pendekatan tersebut, TMMIN ingin menghadirkan budaya kerja industri sejak di lingkungan sekolah. Nilai-nilai seperti disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diterapkan kepada siswa.
Baca juga : El Toro Jaga Tradisi Pemain Inter Di Final
Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter profesional yang dibutuhkan perusahaan. Langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam merevitalisasi pendidikan vokasi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Program Vocational School Development TMMIN telah berjalan sejak 2017 dan kini menjangkau 30 SMK binaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada 2026, perusahaan memperluas program ke Bali dan Lombok dengan menambah empat sekolah binaan baru sehingga total menjadi 34 SMK di seluruh Indonesia.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menilai keberhasilan pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi yang erat antara sekolah, pemerintah, dan industri. Sinergi tersebut diperlukan agar proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Baca juga : Ramai Di Medsos, CR7 Tamat Di Tanggal 7
"Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. Ketika sekolah memiliki akses terhadap pembelajaran berstandar industri, guru terus mengembangkan kompetensinya, dan siswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan, maka akan lahir talenta-talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan," ujar I Nyoman.
Melalui filosofi Make People Before Make Product, TMMIN menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan industri. Perusahaan berharap penguatan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan kolaborasi berkelanjutan dengan sekolah dapat mempercepat lahirnya lulusan SMK yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya