Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
Astra Fokus Jalankan Strategi Baru, Bisnis Otomotif Tumbuh Positif
Kamis, 30 Juli 2026 20:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Astra International Tbk (Astra Group) terus menjalankan strategi korporasi baru dengan menerapkan struktur pelaporan yang diperbarui sejak semester I-2026. Perseroan kini memfokuskan bisnis pada tiga Core Businesses, sementara seluruh bisnis di luar pilar utama tersebut dilaporkan dalam segmen Lain-lain.
Di tengah tantangan ekonomi global, bisnis otomotif menjadi salah satu penopang utama kinerja Astra. Laba bersih segmen otomotif meningkat 9 persen menjadi Rp 5,9 triliun pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong pertumbuhan penjualan mobil baru dan kontribusi kuat dari divisi komponen.
Presiden Direktur Astra Rudy mengatakan, penjualan sepeda motor nasional naik 1 persen menjadi 3,1 juta unit. Sejalan dengan itu, penjualan sepeda motor Honda juga meningkat 1 persen dengan pangsa pasar mencapai 77 persen.
Di segmen roda empat, penjualan mobil nasional tumbuh 16 persen menjadi 437 ribu unit pada semester I-2026. Sementara itu, penjualan mobil Grup Astra meningkat 10 persen.
“Toyota dan Daihatsu tetap memimpin pasar sebagai merek mobil terlaris pertama dan kedua di Indonesia, dengan pangsa pasar Grup sebesar 51 persen,” ujar Rudy dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Baca juga : Prabowo: Indonesia Jalankan Politik Bebas Aktif Dukung Kemerdekaan Palestina
Kinerja positif juga ditunjukkan divisi komponen. Kontribusi laba bersih divisi tersebut meningkat 23 persen menjadi Rp 921 miliar, didukung kenaikan kontribusi dari seluruh segmen usaha.
Sementara itu, divisi mobilitas membukukan kenaikan penjualan mobil bekas sebesar 4 persen menjadi 15.700 unit. Jumlah kendaraan dalam kontrak juga meningkat 13 persen menjadi 29.200 unit.
Di sektor jasa keuangan, Astra membukukan laba bersih sebesar Rp 4,6 triliun atau naik 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan pembiayaan otomotif dan multi-cycle.
“Nilai pembiayaan baru divisi pembiayaan konsumen Grup meningkat 10 persen menjadi Rp 61,8 triliun, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan otomotif dan multi-cycle,” kata Rudy.
Ia menjelaskan, perusahaan pembiayaan Grup yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor mencatat laba bersih Rp 2,4 triliun atau naik 4 persen. Sementara itu, laba bersih perusahaan pembiayaan mobil meningkat 6 persen menjadi Rp 1,2 triliun.
Baca juga : Balsa Sekulic Antusias Jalani Petualangan Baru Bersama Persib
Adapun nilai pembiayaan baru pada divisi pembiayaan alat berat naik tipis 1 persen menjadi Rp 8,1 triliun.
Di sisi lain, bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat menghadapi tekanan. Laba bersih segmen tersebut, di luar non-recurring items, turun 46 persen menjadi Rp 2,7 triliun dibandingkan semester I tahun lalu.
Penurunan tersebut dipicu minimnya penjualan emas dari tambang Martabe serta dampak penurunan kuota produksi batu bara nasional (alokasi RKAB). Kondisi itu turut menekan permintaan alat berat, jasa penambangan, dan volume produksi batu bara.
Sementara itu, segmen Lain-lain yang sebagian besar mencerminkan Wider Businesses Grup mencatat laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Rudy, pertumbuhan tersebut didorong peningkatan kinerja bisnis agribisnis seiring naiknya harga dan volume penjualan minyak kelapa sawit. Selain itu, bisnis properti juga memberikan kontribusi lebih besar setelah adanya akuisisi platform gudang industri (industrial warehouse platform).
Baca juga : Arema FC Datangkan Diego Landis dari Terengganu FC
Rudy menegaskan, di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, Astra akan tetap konsisten menjalankan strategi korporasi baru.
“Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi, dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan, Astra akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya