Dark/Light Mode

ICEF-IPFE 2026 Pertemukan 15.000 Buyer Pemerintah Dan Pelaku Usaha

Jumat, 31 Juli 2026 09:25 WIB
Kepala LKPP Sarah Sadiqa (tengah) membuka Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF)–Indonesia Procurement Forum Expo (IPFE) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dok. LKPP
Kepala LKPP Sarah Sadiqa (tengah) membuka Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF)–Indonesia Procurement Forum Expo (IPFE) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dok. LKPP

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2026 bersama Indonesia Procurement Forum Expo (IPFE) 2026 kembali digelar sebagai ajang mempertemukan pelaku usaha dengan ribuan pembeli dari instansi pemerintah. Pameran yang berlangsung di Grand Ballroom Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 29–31 Juli 2026 itu menargetkan kehadiran sekitar 15.000 pengunjung dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga badan usaha milik negara (BUMN).

Mengusung tema "Dari Digitalisasi Menuju Pengadaan Modern; Transformasi Berbasis Data untuk Indonesia Emas", ICEF-IPFE 2026 merupakan kolaborasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI).

Kepala LKPP Sarah Sadiqa mengatakan pengadaan barang dan jasa pemerintah memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan nasional. Berdasarkan data Inaproc, nilai belanja pengadaan pemerintah pada Tahun Anggaran 2026 diperkirakan mencapai Rp911,7 triliun.

"Setiap keputusan pengadaan bukan hanya keputusan administratif, tetapi juga keputusan ekonomi, keputusan industri, dan keputusan pembangunan. Maka dari itu, pengadaan tidak cukup hanya transparan dan cepat, tetapi juga harus cerdas, prediktif, adaptif, dan mampu menjadi dasar pengambilan keputusan publik yang lebih tepat," ujar Sarah saat membuka ICEF-IPFE 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Baca juga : FKS Multi Agro: MBM yang Dimusnahkan Pemerintah Bukan Produk Milik Perusahaan

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe mengatakan ICEF-IPFE menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Menurut Juan, forum yang diikuti sekitar 135 penyedia tersebut membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mendorong semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi bergabung ke dalam Katalog Elektronik.

"Forum yang diikuti sekitar 135 penyedia tersebut dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kesiapan ekspor pelaku usaha, sekaligus mendorong semakin banyak UMKM dan koperasi masuk ke dalam Katalog Elektronik," kata Juan.

Selama tiga hari penyelenggaraan, ICEF-IPFE menghadirkan berbagai agenda, mulai dari talkshow, temu bisnis, bimbingan teknis, hingga sertifikasi profesi untuk meningkatkan kompetensi pelaku pengadaan sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi sektor swasta.

Baca juga : Prancis Vs Spanyol, Perang Bintang Digelar di Texas

Salah satu peserta yang kembali berpartisipasi adalah Mbizmarket, lokapasar mitra LKPP yang mendukung transformasi digital pengadaan barang dan jasa pemerintah. Melalui platform tersebut, instansi pemerintah dapat melakukan proses pengadaan secara lebih mudah, transparan, dan akuntabel, sekaligus mempermudah pencarian produk dalam negeri beserta informasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

CEO dan Co-Founder Mbizmarket Ryn Hermawan mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam ICEF selama tiga tahun berturut-turut merupakan bentuk komitmen mendukung transformasi pengadaan digital pemerintah.

"Bagi kami, ICEF adalah wadah strategis yang tidak hanya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku usaha untuk bergabung dalam ekosistem pengadaan pemerintah yang semakin efisien, transparan, dan inklusif," ujar Ryn.

Ia juga menilai digitalisasi pengadaan perlu diiringi percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui Kartu Kredit Indonesia (KKI). Menurutnya, sistem pembayaran digital akan meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi sekaligus menghasilkan data yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dan tata kelola pengadaan pemerintah berbasis data.

Baca juga : BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah Optimalkan Pembiayaan Produktif

ICEF-IPFE 2026 menempati area pameran seluas lebih dari 1.000 meter persegi dengan 50 stan yang diisi 39 peserta, terdiri atas 29 perusahaan dan 10 lembaga. Pameran menampilkan berbagai produk, layanan, dan solusi teknologi untuk mendukung transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Selain menjadi ajang promosi produk dalam negeri, ICEF-IPFE juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan pengguna anggaran dan pejabat pengadaan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun BUMN. Melalui forum temu bisnis tersebut, peserta dapat memperluas akses ke e-Katalog pemerintah dan sistem pengadaan BUMN yang terus berkembang.

Rangkaian kegiatan juga diisi seminar nasional, diskusi tematik, konsultasi teknis, dan forum sertifikasi profesi yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mempercepat terwujudnya sistem pengadaan nasional yang modern, efisien, dan berbasis data.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.