Dark/Light Mode

Kejar Pertumbuhan Semester II-2026

Pemerintah Siapkan Stimulus Dan Perpanjang Skema WFH

Minggu, 7 Juni 2026 05:36 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto. (Foto : Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto. (Foto : Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melakukan serangkaian kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi semester II-2026. Memperpanjang Work From Home (WFH), menyiapkan insentif transportasi dan memperluas program magang.

Kebijakan itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Menteri yang membahas evaluasi transformasi budaya kerja dan paket stimulus ekonomi untuk paruh kedua tahun ini.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan penerapan WFH selama dua bulan terakhir berjalan efektif, sehingga kebijakan tersebut akan dilanjutkan.

“Selama pelaksanaan WFH pada April 2026, terjadi penurunan penggunaan bahan bakar Pertalite hingga 9 persen, jadi hasilnya cukup baik. Karena itu, tadi diputuskan untuk dilanjutkan dua bulan ke depan,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Pemerintah, pola kerja yang lebih fleksibel mampu meningkatkan efi siensi tanpa mengurangi produktivitas  pelayanan publik. Implementasi kebijakan lanjutan akan dikoordinasikan oleh kementerian dan lembaga terkait. Termasuk pengaturan yang dapat diterapkan di sektor swasta.

Selain itu, Pemerintah menyiapkan stimulus untuk menjaga mobilitas masyarakat dan mendorong konsumsi domestik. Pada masa libur sekolah, anggaran Rp 190,5 miliar dialokasikan untuk potongan tarif kereta api dan kapal laut, masing-masing sebesar 30  persen serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada layanan penyeberangan.

Baca juga : Konsumsi Pertalite Turun 9 Persen, Pemerintah Lanjutkan WFH ASN Selama 2 Bulan

“Dukungan serupa juga diberikan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dengan anggaran Rp 161,4 miliar. Insentif tersebut ditargetkan menjangkau hampir 2,9 juta masyarakat pengguna transportasi umum,” ujar mantan Menteri Perindustrian itu.

Untuk transportasi udara, Pemerintah menanggung penuh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Airlangga Hartarto tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada periode tertentu.

Kebijakan tersebut diperkirakan menjangkau sekitar enam juta penumpang selama masa liburan sekolah dan Natal-Tahun Baru. “Pemerintah juga memberikan potongan biaya layanan bandara guna menekan harga tiket perjalanan,” sambung Airlangga.

Di sektor ekonomi kreatif, Pemerintah memberikan keringanan pajak bagi penulis melalui skema Pajak Penghasilan (PPh) final royalti sebesar 1,5 persen. Sementara, penguatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui perluasan Program Magang Nasional yang tahun ini menargetkan 150.000 peserta.

Program tersebut akan dilaksanakan dalam tiga gelombang dengan sasaran utama lulusan baru yang membutuhkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan kuota dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut.

Baca juga : 9 WNI Pulang Selamat Dari Israel, Pemerintah Banjir Pujian Parpol

“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk 2026 kita siapkan program magang untuk 150 ribu orang. Tahun lalu 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu,” ujar Yassierli.

Program magang didukung anggaran Rp 4,14 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Peserta akan  menerima uang saku sesuai standar upah minimum yang berlaku di  masing-masing daerah.

“Khusus Jakarta menggunakan upah minimum provinsi, sedangkan daerah lain mengikuti upah minimum kabupaten/kota,” jelas Yassierli.

Selain itu, Pemerintah menyiap kan Program  Vokasi Nasional yang menyasar 220.000 lulusan Sekolah Me nengah Kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Publik Indonesia Trubus Rahadiansyah mengapresiasi berbagai stimulus yang diluncurkan pemerintah pada semester II-2026.

“Berbagai kebijakan Pemerintah, seperti potongan tarif transportasi/diskon tiket selama libur sekolah maupun libur akhir tahun nanti pastinya akan mendongkrak konsumsi dan pariwisata. Ini sangat baik untuk perekonomian Indonesia,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka, Jumat (5/6/2026).

Baca juga : Prabowo: Pemerintah Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare

Meski demikian, Trubus menyarankan Pemerintah juga menyiapkan stimulus yang menyasar kelompok menengah bawah, seperti bantuan langsung tunai dan subsidi upah.

Menurut dia, dukungan bagi sektor kebutuhan pokok juga perlu diperkuat, agar masyarakat tidak semakin terbebani ke naikan harga akibat ketidakpastian global.

“Jangan sampai ekonomi masyarakat makin terbebani dengan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi akibat krisis global yang masih terjadi,” ujar Trubus.

Stimulus yang baik adalah stimulus yang tepat sasaran dan mudah dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat bawah. Agar kebijakan stimulus berjalan baik, evaluasi berkala harus dilakukan untuk memastikan dana stimulus tidak bocor,” tegas Trubus. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.