Dark/Light Mode

Konsumsi Pertalite Turun 9 Persen, Pemerintah Lanjutkan WFH ASN Selama 2 Bulan

Rabu, 27 Mei 2026 11:41 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas terkait evaluasi kebijakan transformasi budaya kerja dan penyiapan paket stimulus Triwulan II 2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Dok. Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas terkait evaluasi kebijakan transformasi budaya kerja dan penyiapan paket stimulus Triwulan II 2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan work from home (WFH) setelah evaluasi selama dua bulan menunjukkan hasil positif. Salah satu dampak paling terasa adalah turunnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penggunaan Pertalite pada April 2026 turun mendekati 9 persen selama kebijakan WFH diterapkan.

Baca juga : GKSR Dorong PT Nol Persen, Jangan Ada Suara Rakyat Terbuang

“WFH dalam 2 bulan terlihat hasilnya cukup baik, dimana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April ya. April mendekati 9 persen,” ujar Airlangga usai rapat koordinasi Stimulus Ekonomi Semester II di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Airlangga, hasil evaluasi tersebut membuat pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan WFH untuk berbagai sektor. Kebijakan itu mencakup aparatur sipil negara (ASN), pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), hingga sektor swasta.

Baca juga : Operasi Patuh 2026 Tekankan 90 Persen Penindakan Hukum

Penerapan WFH untuk ASN akan diatur melalui surat edaran baru Kementerian PAN-RB. Sementara pemerintah daerah akan dikoordinasikan Kementerian Dalam Negeri dan sektor swasta berada di bawah pengaturan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Dan oleh karena itu, tadi diputuskan untuk dilanjutkan. Terkait dengan ASN nanti Ibu Men-PAN akan memperpanjang atau membuat SE baru. Kemudian untuk daerah dari Pak Mendagri,” jelasnya.

Baca juga : Cerita Guru: Pemerintah Benar-benar Jamin Pendidikan Anak-anak di Sekolah Rakyat

Pemerintah menilai pola kerja WFH mampu menekan mobilitas harian masyarakat sehingga berdampak langsung pada pengurangan konsumsi BBM. Di sisi lain, produktivitas kerja di sektor pemerintahan dan dunia usaha dinilai tetap terjaga.

Selain membahas evaluasi WFH, rapat koordinasi tersebut juga membahas sejumlah stimulus ekonomi untuk semester II 2026. Mulai dari insentif pajak bagi penulis, diskon transportasi saat libur sekolah dan Natal-Tahun Baru, Program Magang Nasional, hingga program vokasi bagi lulusan SMK dan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.