Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan
- Legenda Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
- Mariano Peralta Siap Adaptasi dengan Skuad Maung Bandung
- BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
- Duh, Komponen Hidran Damkar di Jakarta Banyak Digarong Rayap Besi
Hadiri Pertemuan Kadin dengan Prabowo
Bamsoet: Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Kunci Hadapi Gejolak Ekonomi Dunia
Jumat, 31 Juli 2026 21:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), ikut hadir dalam pertemuan Kadin dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/720/26). Ia menegaskan, yang berjalan selama lebih dari tiga jam itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi Pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Bamsoet menjelaskan, di tengah perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok global, hingga meningkatnya persaingan investasi antar negara, komunikasi yang intensif antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pertemuan yang dihadiri pengurus Kadin dari 38 provinsi dan perwakilan asosiasi tersebut juga memperlihatkan komitmen pemerintah menjadikan dunia usaha sebagai mitra strategis dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat ekonomi daerah.
"Presiden Prabowo memberikan pesan yang sangat jelas bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah, dunia usaha, akademisi, pekerja, dan seluruh elemen nasional bergerak dalam semangat kolaborasi. Kadin memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan arahan tersebut menjadi langkah nyata yang mampu mendorong investasi, memperkuat industri nasional, meningkatkan ekspor, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat," ujar Bamsoet, usai pertemuan.
Wakil Ketua Umum Koordinator Polhukam Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Foto: Dok. Bamsoet)
Baca juga : Di Hadapan Kadin, Prabowo Cerita Kekuatan Non-Blok Indonesia Diakui Dunia
Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menilai, arah kebijakan Presiden Prabowo sangat relevan dengan tantangan ekonomi saat ini. Dana Moneter Internasional (IMF) masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tidak banyak berubah, sementara berbagai negara berlomba menarik investasi melalui reformasi regulasi, insentif fiskal, dan penguatan industri strategis.
Indonesia memiliki peluang besar karena stabilitas politik yang terjaga, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, serta pasar dalam negeri yang besar. Peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila pemerintah dan dunia usaha mampu bergerak seirama sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
"Presiden mengingatkan bahwa negara yang berhasil adalah negara yang elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, serta seluruh komponen masyarakatnya mampu bekerja sama. Pesan ini harus menjadi motivasi bersama agar dunia usaha semakin percaya diri melakukan ekspansi dan investasi di Indonesia," kata Bamsoet.
Baca juga : Prabowo Diminta Presiden Korsel Buka Dialog Dengan Korut
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, tantangan dunia usaha saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Selain menghadapi ketidakpastian dunia, pelaku usaha juga harus beradaptasi terhadap digitalisasi, transisi energi, perkembangan kecerdasan buatan, hingga perubahan pola perdagangan internasional. Dalam situasi tersebut, kepastian hukum, penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, penguatan infrastruktur, serta akses pembiayaan menjadi faktor yang sangat menentukan daya saing Indonesia. Karena itu, forum komunikasi langsung antara Presiden dan Kadin perlu dilakukan secara berkala agar berbagai persoalan dapat segera direspons melalui kebijakan yang tepat sasaran.
"Kadin harus menjadi jembatan yang efektif antara aspirasi pelaku usaha dengan pemerintah. Dunia usaha membutuhkan kepastian, sementara pemerintah memerlukan masukan yang objektif dari lapangan. Pertemuan seperti ini menjadi sarana strategis untuk membangun kepercayaan dan menghasilkan kebijakan yang semakin pro-investasi, pro-industri, serta pro-penciptaan lapangan kerja," urai Bamsoet.
Dosen Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan dan Universitas Jayabaya ini menambahkan, optimisme terhadap ekonomi Indonesia masih sangat besar. Berbagai lembaga internasional menilai Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga : INZS 2026 Dukung Target 100 GW PLTS Program Presiden Prabowo
Hilirisasi sumber daya alam, pengembangan kawasan industri, penguatan sektor pangan, digitalisasi UMKM, pengembangan kendaraan listrik, serta pembangunan infrastruktur menjadi sektor yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi. Di sisi lain, penguatan ekonomi daerah juga harus menjadi perhatian karena sebagian besar aktivitas ekonomi nasional bertumpu pada produktivitas di daerah. KADIN provinsi memiliki posisi strategis untuk menghubungkan potensi daerah dengan kebutuhan investasi nasional maupun global.
"Semangat yang dibangun Presiden Prabowo adalah membangun Indonesia dari seluruh daerah. Karena itu Kadin di 38 provinsi harus mampu menjadi motor penggerak investasi, membantu UMKM terus berkembang, memperkuat industri lokal, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya