Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
ESGIN Gandeng HKTI dan PPTTI Kembangkan Ekonomi Hijau di Lampung
Sabtu, 1 Agustus 2026 09:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT ESGIN Global Partners bersama Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), untuk mengembangkan ekosistem ekonomi hijau pada sektor pertanian dan industri pengolahan singkong di Provinsi Lampung.
Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Lampung serta pelantikan 15 Dewan Pimpinan Cabang HKTI kabupaten se-Lampung.
Kerja sama tersebut mempertemukan sektor pertanian, industri pengolahan, investasi, teknologi digital, dan pasar karbon dalam satu rantai nilai yang terintegrasi.
Kesepahaman ditandatangani oleh Vice President & Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy, Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta perwakilan Ketua Umum PPTTI Welly Soegiono.
Baca juga : Zulhas Segera Benahi Regulasi Yang Ruwet
Melalui kolaborasi ini, ESGIN akan berperan sebagai investor proyek hijau dan pengembang infrastruktur ekonomi hijau.
Tahap awal investasi difokuskan pada penerapan Climate Smart Agriculture (CSA), biochar, dan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) di sektor pertanian, serta pengembangan proyek pengurangan emisi metana (Methane Removal Project) di industri pengolahan tepung tapioka.
Proyek tersebut juga akan didukung sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), citra satelit, Internet of Things (IoT), drone, dashboard digital, dan blockchain untuk memastikan transparansi serta akurasi pengukuran emisi sesuai standar nasional dan internasional.
Lampung dipilih sebagai lokasi awal implementasi karena merupakan produsen singkong terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 7,5 juta ton per tahun.
Baca juga : Jerman Gandeng Indonesia Kembangkan Investasi Hijau
Keberadaan industri tepung tapioka yang kuat dinilai menjadi modal untuk mengembangkan ekonomi hijau berbasis pertanian dan agroindustri.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan pembangunan rendah karbon dan penyelenggaraan instrumen nilai ekonomi karbon.
Vice President & Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy mengatakan, Lampung memiliki potensi menjadi pusat ekonomi hijau berbasis pertanian di Indonesia.
"Lampung memiliki seluruh fondasi untuk menjadi pusat Green Economy berbasis pertanian di Indonesia. ESGIN berkomitmen untuk berinvestasi pada proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat lingkungan, mulai dari Climate Smart Agriculture, Biochar, hingga Methane Removal Project pada industri pengolahan tepung tapioka. Melalui integrasi investasi, Digital MRV, Artificial Intelligence, blockchain, Green Finance, dan Carbon Market, kami ingin menciptakan model pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya saing industri, dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia."
Baca juga : Yasir Machmud Resmi Pimpin Pengusaha Tani Indonesia HKTI Periode 2026-2031
Menurut Yayang, kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana investasi hijau dapat menghubungkan sektor pertanian, industri, teknologi, dan pembiayaan dalam satu ekosistem ekonomi berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, para pihak akan menyusun studi kelayakan, mengidentifikasi lokasi proyek prioritas, menyiapkan dokumen proyek karbon, mengimplementasikan Digital MRV, serta mengembangkan skema pembiayaan hijau untuk mempercepat realisasi investasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya