Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pramono Klaim Warga Setuju Tarif TransJakarta Blok M-Soetta Dipatok Rp 15 Ribu
- 7.643 Personel Gabungan Siap Amankan Zikir & Doa Kebangsaan di Monas
- Hoegeng Awards 2026, Kapolri: Teladani Hoegeng Lahirkan Polisi Berintegritas
- Kemenhaj: Sanksi Travel Nakal, Dicabut Izinnya Hingga Dipidana
- Wuling Aira EV Debut Di GIIAS, Dibanderol Mulai Rp 155 Juta
MPMX Catat Pendapatan Bersih Rp 7,7 Triliun di Semester I-2026
Sabtu, 1 Agustus 2026 20:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan grup otomotif dengan portofolio bisnis yang mencakup distribusi dan ritel sepeda motor, asuransi umum, transportasi, dan pembiayaan, merilis laporan keuangan tidak diaudit untuk periode semester I- 2026 (6M26). Secara konsolidasi, Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 7,7 triliun pada semester I-2026, relatif stabil dengan penurunan tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah dinamika pasar, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas profitabilitas melalui pengeloaan biaya yang disiplin dan optimalisasi bauran bisnis. Hal ini tercermin dari peningkatan laba kotor sebesar 6 persen YoY menjadi Rp 691 miliar, laba usaha yang tumbuh sebesar 25 persen YoY menjadi Rp 366 miliar, serta kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 23 persen YoY menjadi Rp 336 miliar.
Sejalan dengan itu, margin laba kotor meningkat menjadi 9,0 persen, margin laba usaha turut naik menjadi 4,7 persen, dan margin laba bersih menjadi 4,4 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara segmentasi, kinerja Perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.
Segmen Distribusi & Ritel membukukan kinerja yang relatif stabil pada semester I-2026, didukung oleh pertumbuhan pada bisnis ritel dan layanan purna jual yang membantu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi.
Baca juga : MPMX Hadirkan Program MPM BISA untuk Berdayakan Penyandang Disabilitas
Pada bisnis distribusi, pendapatan penjualan sepeda motor MPMulia menurun 3 persen YoY menjadi Rp 6 triliun, sementara pendapatan dari layanan purnajual meningkat 9 persen YoY menjadi Rp 751 miliar.
Di sisi bisnis ritel, mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan penjualan sepeda motor meningkat 6 persen YoY menjadi Rp 1,7 triliun, serta pendapatan layanan purnajual tumbuh di atas 9 persen YoY menjadi Rp 51 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen tetap terjaga di level Rp 7,3 triliun, atau hanya turun tipis 0,4 persen YoY.
Di tengah pendapatan yang relatif stabil, laba kotor meningkat 6 persen YoY menjadi Rp 616 miliar, sementara margin laba kotor naik menjadi 8,5 persen dari 7,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan komposisi pendapatan yang semakin optimal serta perbaikan tingkat profitabilitas.
Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp 434 miliar, atau menurun 10 persen YoY, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya. Sementara itu, pendapatan dari lini asuransi properti relatif stabil di Rp 190 miliar.
Baca juga : Program MPMX Jaga Trumbu Karang, Ekonomi Warga Pulau Messah Ikut Tumbuh
Di tengah penurunan pendapatan, biaya jasa asuransi berhasil ditekan 13 persen YoY menjadi Rp 357 miliar. Hal ini mendorong peningkatan hasil jasa asuransi sebesar 4 persen YoY menjadi Rp 77 miliar, mencerminkan pengelolaan underwriting yang tetap terjaga. Sementara itu, hasil investasi tercatat sebesar Rp 18 miliar, atau turun 31 persen YoY, terutama disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan investasi dari instrumen saham.
Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent tetap mampu menjaga profitabilitas di tengah moderasi aktivitas operasional. Pada semester I-2026, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 706 miliar, atau menurun 4 persen YoY, terutama dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta volume penjualan mobil bekas.
Meski demikian, laba kotor meningkat 11 persen YoY menjadi Rp 163 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1 persen dari 19,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung oleh pengelolaan biaya yang efektif serta komposisi bisnis yang semakin optimal, terutama dari bisnis penjualan mobil bekas, sehingga mampu mengimbangi pelemahan pada bisnis layanan pengemudi.
Sementara itu, di segmen bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia terus mengedepankan kualitas aset dan keberlanjutan kinerja portofolio melalui penerapan strategi bisnis yang lebih selektif dan prudent. Sejalan dengan pendekatan tersebut, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 311 miliar, atau menurun 43 persen YoY.
Di sisi lain, disiplin dalam pengelolaan biaya berhasil menurunkan beban operasional sebesar 45 persen YoY menjadi Rp 275 miliar. Bersama dengan penurunan beban pencadangan dan beban terkait aset, langkah-langkah tersebut berhasil memperkecil rugi bersih segmen sebesar 58 persen YoY, dari Rp 97 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp 41 miliar pada semester I-2026.
Baca juga : Bank Sampah Binaan MPMX Raih Juara 1 Lomba Kebersihan Tingkat Kota Tangerang
Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, menyampaikan kinerja semester I-2026 menunjukkan bahwa fokus Perseroan untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai memberikan hasil yang positif.
"Kami mampu mempertahankan kinerja pendapatan secara relatif stabil sekaligus perbaikan margin di berbagai segmen usaha, melalui disiplin dalam pengelolaan biaya, serta penguatan kualitas portofolio di berbagai lini bisnis. Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan efisiensi agar Perseroan dapat terus memberikan kinerja yang berkelanjutan," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya