Dark/Light Mode

Harita Nickel Kantongi Pendapatan Rp 17,1 T Pada Semester I-2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 11:49 WIB
Foto: dok Harita Nikel
Foto: dok Harita Nikel

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel membukukan pendapatan sebesar Rp 17,1 triliun pada semester I-2026 di tengah tantangan industri nikel global. Perseroan menyatakan tetap berfokus pada efisiensi operasional, optimalisasi rantai nilai terintegrasi, serta penguatan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Direktur Keuangan Harita Nickel Suparsin Darmo Liwan mengatakan, dinamika pasar nikel global masih menjadi tantangan sepanjang paruh pertama tahun ini. Meski demikian, perusahaan menjaga operasional tetap efisien dan mulai merasakan kontribusi peningkatan kapasitas produksi terhadap penjualan di sejumlah segmen.

“Sepanjang semester pertama tahun ini, industri nikel global masih mengalami berbagai tantangan. Dalam kondisi tersebut, kami tetap berfokus menjaga operasional yang efisien, andal, dan terukur di seluruh rantai nilai terintegrasi. Optimalisasi kapasitas produksi mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja penjualan di sejumlah segmen,” kata Suparsin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia mengatakan, kinerja semester pertama didukung oleh disiplin operasional, optimalisasi kapasitas produksi, serta pengelolaan biaya yang dilakukan secara berkelanjutan di seluruh lini usaha perusahaan.

Baca juga : Pemprov Maluku Utara dan Harita Nickel Perkuat Pelatihan Kerja

Dari sisi operasional, penjualan bijih nikel meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang oleh mulai beroperasinya fasilitas tambang PT Gane Tambang Sentosa (GTS) sejak kuartal III-2025 serta bertambahnya lini produksi fasilitas pirometalurgi PT Karunia Permai Sentosa (KPS).

Menurut perseroan, penambahan kapasitas tersebut memperkuat integrasi operasi sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku bagi fasilitas pengolahan.

Pada segmen pirometalurgi, penjualan feronikel juga meningkat seiring naiknya produksi dari tambahan lini fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) milik KPS. Sementara itu, penjualan produk hidrometalurgi berbasis High Pressure Acid Leach (HPAL) dipengaruhi oleh jadwal pengiriman kepada pelanggan.

Harita Nickel menyatakan akan terus mengoptimalkan operasi yang terintegrasi mulai dari kegiatan penambangan hingga pengolahan nikel. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan fleksibilitas operasional sekaligus menjaga keandalan pasokan untuk memenuhi permintaan pasar.

Baca juga : Harita Nickel Fokus Efisiensi di Tengah Tekanan Industri Nikel Global

Di bidang keberlanjutan, perusahaan melanjutkan pelaksanaan Corrective Action Plan sebagai bagian dari evaluasi berdasarkan standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA). Perseroan juga mengklaim menjadi perusahaan pertama di dunia yang mempublikasikan perkembangan Corrective Action Plan IRMA sebagai bentuk transparansi kepada pemangku kepentingan.

Selain itu, Harita Nickel melanjutkan penerapan standar rantai pasok mineral yang bertanggung jawab melalui Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) dan RMAP+. Selama semester I 2026, audit lapangan RMAP telah diselesaikan untuk operasi HJF, sedangkan HPL dan ONC berhasil menyelesaikan sertifikasi ulang RMAP.

Perseroan juga terus mengembangkan sejumlah inisiatif dekarbonisasi. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas waste heat recovery yang memanfaatkan panas sisa dari proses produksi HPAL untuk menghasilkan listrik.

Pembangkit berbasis panas buang tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 50 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. Sementara itu, proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MW telah mencapai progres konstruksi sebesar 99 persen.

Baca juga : Kolaborasi Desa di Maluku Utara Percepat Kesejahteraan Warga

Suparsin mengatakan perusahaan juga mempersiapkan transisi penggunaan bahan bakar B50 sebagai bagian dari dukungan terhadap program dekarbonisasi pemerintah.

“Ke depan, kami akan terus menjaga disiplin operasional, mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas yang telah tersedia, serta terus menjalankan praktik usaha yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai. Langkah ini menjadi fondasi kami untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Suparsin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.