Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme
- Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
- War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus
- Borneo FC Makin Kompak, Juan Villa Beberkan Rahasia Persiapan Tim
- Antar Persebaya Juara Piala Presiden, Reza Arya Fokus Bidik Super League
Harga Rumah Naik 0,69%, BI: Pasar Properti Mulai Pulih
Jumat, 7 Agustus 2026 12:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) melaporkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan II-2026 mengalami kenaikan terbatas secara tahunan, seiring membaiknya penjualan rumah meski masih berada dalam zona kontraksi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II-2026 tumbuh 0,69 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,62 persen pada triwulan I-2026.
Baca juga : Cadangan Devisa RI Turun Tipis Ke Rp 2.605 Triliun
“Hasil Survei Harga Properti Residensial menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2026 secara tahunan meningkat terbatas,” kata Ramdan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dari sisi penjualan, survei mengindikasikan kondisi pasar mulai membaik. Penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi 2,36 persen secara tahunan, namun kontraksi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan triwulan I-2026 yang mencapai 25,67 persen.
Baca juga : Laba LPKR Naik 179%, Bamsoet: Industri Properti Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional
Menurut Ramdan, perbaikan penjualan didorong oleh meningkatnya penjualan rumah tipe kecil dan rumah tipe besar, sedangkan penjualan rumah tipe menengah masih menunjukkan pertumbuhan yang terbatas.
Dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan mayoritas pengembang masih mengandalkan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Pangsa pembiayaan dari dana internal tercatat mencapai 73,28 persen dari total kebutuhan pembiayaan.
Baca juga : Skema Take Over KPR Dominasi Pembiayaan Pasar Properti di Semester I 2026
Sementara itu, dari sisi konsumen, pembelian rumah di pasar primer masih didominasi oleh skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pangsa pembelian melalui KPR mencapai 70,05 persen dari total skema pembelian rumah.
Bank Indonesia menilai hasil survei tersebut menunjukkan pasar properti residensial mulai mengalami perbaikan secara bertahap, meskipun permintaan belum sepenuhnya pulih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya