Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Janji Radovan Pankov Bikin Lini Belakang Persija Makin Kokoh
- Latih Italia Lagi, Mancini Fokus Bawa Azzurri ke Piala Dunia 2030
- OTT, KPK Bawa 12 Orang ke Gedung Merah Putih, Termasuk Bupati Pemalang
- PSIM Yogyakarta Rekrut Striker Asal Spanyol
- KPPU dan K&K Advocates Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha, Wujudkan Persaingan Sehat
BI Terus Perkuat Nilai Tukar Rupiah, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Rabu, 29 Juli 2026 12:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi," kata Direktur Eksekutif Senior, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Baca juga : Pemerintah Dan APHI Perkuat Kolaborasi Kelola Mangrove Berkelanjutan
"Optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah juga akan ditingkatkan," imbuhnya.
Erwin menjelaskan, dalam upaya menjaga stabilitas, BI tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan. Instrumen moneter lain juga dipertajam. Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing.
Baca juga : Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Pelestarian Lingkungan & Ekonomi Pesisir
Selain itu, strategi dalam menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan juga terus diperkuat. Posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali.
"Penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas, dan mendukung masuknya aliran modal asing demi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," paparnya.
Baca juga : Perkuat Konektivitas 3T, ASDP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Banggai
Di sisi lain, BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif.
"Kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi, sehingga makin mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkas Erwin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya