Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Layanan Tetap Prioritas
- Laba Bersih BCA Naik Rp 29,5 Triliun, Kredit Tembus 8 Persen di Semester I-2026
- Zinedine Zidane Resmi Tangani Timnas Prancis
- KPK: Dugaan Korupsi di Pemkot Bengkulu Terkait Pengelolaan Limbah Kesehatan
- Kapolda-Pangdam Jaya Sambangi Pangkormar, TNI-Polri Kompak Jaga Jakarta Kondusif
Perry Mundur Dari Gubernur BI
Destry Dinilai Bisa Jaga Kredibilitas Bank Sentral
Selasa, 28 Juli 2026 07:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perry Warjiyo mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Posisinya untuk sementara digantikan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Destry dinilai mampu menjaga kepercayaan pasar dan kredibilitas bank sentral.
Pengumuman pengunduran diri Perry disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (27/7/2026). Turut hadir Destry serta jajaran Deputi Gubernur BI, yakni Aida S. Budiman, Filianingsih Hendarta, Ricky Perdana Gozali, dan Thomas Djiwandono.
Mensesneg mengatakan, surat pengunduran diri Perry telah diterima Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026). Menurut dia, pengunduran diri Perry dilakukan secara sukarela dengan alasan pribadi.
"Presiden mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun memimpin Bank Indonesia," ujarnya.
Baca juga : KPK Ungkap Korupsi Di Pemkot Bengkulu
Pemerintah juga telah memproses penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentian Perry secara hormat.
Untuk diketahui, Perry pertama kali menjabat sebagai Gubernur BI pada periode 2018-2023.
Ia kemudian kembali dipercaya memimpin bank sentral untuk periode 2023-2028.
Mengacu pada Undang-Undang BI, kata Mensesneg, kekosongan jabatan gubernur akan diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior.
Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Masih Perlu Melihat Konsepnya Secara Utuh
Dengan demikian, Destry ditunjuk sebagai Pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI hingga ditetapkannya gubernur definitif.
Mensesneg mengatakan, Pemerintah memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas BI tetap berjalan dengan baik. Pemerintah juga akan terus menjaga koordinasi dengan BI dalam menjalankan kebijakan ekonomi nasional, termasuk menjaga stabilitas moneter dan fiskal.
"BI memiliki peranan untuk menjaga moneter kita, sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan juga menjalankan fungsi menjaga fiskal, tentunya tetap di dalam koordinasi yang erat," tegasnya.
Sementara itu, Destry menegaskan, BI tetap berkomitmen menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas dan kewenangannya. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga : Feriyansyah: Khawatir Bakal Ganggu Anggaran Pendidikan
Menurut Destry, BI juga akan terus menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
"Bank Indonesia akan terus mengedepankan tata kelola kelembagaan yang baik dan profesional, serta menjaga sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah dengan tetap menghormati tugas, kewenangan, dan mandat masing-masing lembaga," ujarnya.
Pada sore harinya Destry langsung menemui Presiden di Istana Negara, Jakarta. Destry tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIB mengenakan busana hitam bermotif bunga merah. Ia didampingi jajaran Deputi Gubernur BI.
"Undangan rapat koordinasi," ujar Destry.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya