Dark/Light Mode

Investor Pasar Modal Tembus 30,27 Juta, Mayoritas Berusia Di Bawah 40 Tahun

Senin, 10 Agustus 2026 21:10 WIB
Foto: OJK
Foto: OJK

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah investor di Pasar Modal Indonesia terus meningkat hingga mencapai 30,27 juta investor per 7 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 persen investor tercatat berusia di bawah 40 tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pertumbuhan jumlah investor menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat di Pasar Modal Indonesia.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor,” kata Hasan dalam konferensi pers HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan data OJK, jumlah investor tersebut meningkat sekitar 9,8 juta investor. Pertumbuhan itu menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk menjadikan pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertumbuhan jumlah investor tidak hanya menunjukkan peningkatan secara kuantitatif. Menurut dia, pertumbuhan tersebut juga mencerminkan adanya kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia.

Baca juga : Mantul, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 16,2 Juta

“Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekadar angka, tidak hanya sekadar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna di balik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap Pasar Modal Indonesia,” kata Friderica.

Dominasi investor berusia di bawah 40 tahun juga menunjukkan semakin besarnya keterlibatan kelompok usia muda dalam pasar modal. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam memperluas basis investor domestik dalam jangka panjang.

Selain pertumbuhan investor, perkembangan pasar modal juga tercermin dari kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha. Hingga 7 Agustus 2026, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi.

Jumlah emiten di Pasar Modal Indonesia juga telah melampaui 962 perusahaan. Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp 667 triliun.

Adapun nilai Asset Under Management (AUM) berada pada posisi Rp 1.026 triliun per 7 Agustus 2026. Peningkatan dana kelolaan tersebut menunjukkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat.

Baca juga : Gandeng Mirae Asset, Bank DBS Indonesia Gaet 1 Juta Investor Baru Pasar Modal

“Di sisi lain, peningkatan dana kelolaan mencerminkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat,” ujar Hasan.

Untuk memperluas pilihan investasi, OJK dalam peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia juga meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas.

Friderica mengatakan ETF Emas menjadi salah satu quick win dari delapan rencana aksi OJK dalam melakukan pendalaman pasar secara terintegrasi. Instrumen tersebut menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, serta dapat berfungsi sebagai safe haven.

“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap ETF Emas tidak hanya menambah pilihan investasi bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan likuiditas pasar modal.

Baca juga : Dipertemuan IOSCO Committee, OJK Komitmen Lindungi Investor Pasar Modal

“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.

OJK juga terus memperkuat integritas pasar modal melalui peningkatan likuiditas, transparansi, tata kelola, penegakan hukum, serta sistem pengawasan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor seiring dengan semakin luasnya basis investor domestik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.