Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Seleksi Pimpinan OJK Berlangsung di Tengah Dinamika Pasar Modal
Rabu, 11 Maret 2026 18:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proses seleksi pimpinan baru di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berlangsung di tengah dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia pada awal tahun ini.
Situasi tersebut membuat perhatian terhadap penguatan tata kelola dan efektivitas pengawasan sektor keuangan kembali mengemuka.
Serangkaian dinamika mempengaruhi stabilitas pasar modal, termasuk gelombang pengunduran diri sejumlah pimpinan lembaga serta jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan rating terhadap beberapa emiten di pasar modal domestik.
Penurunan penilaian tersebut sempat memicu gejolak di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mengalami tekanan tajam hingga perdagangan sempat dihentikan sementara (trading halt), menandai meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Sejalan dengan dinamika tersebut, Komisi XI DPR RI pada Selasa (11/3/2026) menggelar fit and proper test terhadap sejumlah kandidat yang akan mengisi posisi strategis di OJK.
Baca juga : Pemkab Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Jelang Arus Mudik Lebaran
Dalam proses uji kelayakan tersebut, anggota dewan menyoroti isu transparansi pasar dan efektivitas pengawasan terhadap praktik-praktik yang berpotensi merusak integritas pasar modal.
Penegakan hukum terhadap berbagai praktik ilegal di pasar modal, termasuk upaya manipulatif untuk meraih keuntungan secara tidak wajar, menjadi salah satu tantangan yang akan dihadapi pimpinan OJK ke depan.
Dalam proses seleksi tersebut, dua nama yang mendapat perhatian adalah Ary Zulfikar dan Danu Febrianto yang dinilai memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan.
Ary Zulfikar yang saat ini menjabat Direktur Eksekutif Hukum di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hadir sebagai salah satu calon Dewan Komisioner OJK.
Dalam pemaparannya, Ary menjelaskan topik berjudul Prudential Supervision, Market Conduct, dan Law Enforcement.
“Investor dan konsumen pada dasarnya memperoleh informasi yang asimetris. Oleh karenanya regulator dalam hal ini OJK harus berperan menjaga keseimbangan dan stabilitas sistem keuangan. Dalam membuat regulasi yang kuat, OJK dituntut untuk adaptif, responsif, dan forward looking,” ujar Ary.
Baca juga : Kapolri: Persatuan Jadi Kunci Menghadapi Dinamika Global
Pada kesempatan yang sama, Danu Febrianto yang merupakan mantan Direktur Eksekutif Keuangan LPS memaparkan tiga strategi utama, yaitu penguatan kelembagaan, penguatan kebijakan, serta penguatan koordinasi antarotoritas.
Ketika mendapat pertanyaan terkait isu yang tengah terjadi di pasar modal, Danu menjelaskan bahwa transformasi yang dilakukan OJK dalam pengawasan pasar modal, khususnya terkait kebijakan free float, dinilai sudah berjalan cukup baik.
Menurutnya, yang perlu diperkuat adalah konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
Ary Zulfikar dikenal sebagai praktisi hukum dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang pasar modal, hukum korporasi, serta restrukturisasi perusahaan.
Pengalamannya saat terlibat dalam penanganan berbagai persoalan perbankan di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dinilai menjadi nilai tambah dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum di sektor keuangan.
Sementara itu, Danu Febrianto memiliki rekam jejak panjang di industri perbankan nasional. Ia memulai kariernya pada 1994 di sejumlah bank swasta asing sebelum kemudian berkiprah di bank-bank BUMN.
Baca juga : BNI Optimistis Jaga Kualitas Aset & Likuiditas di Tengah Ketidakpastian Global
Sejak 2012 hingga Maret 2026, Danu mengemban berbagai posisi strategis di LPS, termasuk sebagai Direktur Group dan Direktur Eksekutif.
Dengan pengalaman yang kuat di bidang hukum dan perbankan, kehadiran figur-figur baru di tubuh OJK diharapkan mampu membawa energi pembaruan bagi lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.
Penguatan tata kelola, peningkatan transparansi, serta penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya tarik pasar keuangan Indonesia di mata investor global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya