Dark/Light Mode

BI: Investor Asing Kembali Masuk, Rupiah Menguat Di Bawah Rp 18.000

Jumat, 12 Juni 2026 09:41 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menyatakan investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral, termasuk kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso mengatakan respons positif tersebut juga didukung oleh penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut,” kata Ramdan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Baca juga : 2 Hari Alami Kenaikan, IHSG & Rupiah Bertenaga Lagi

Menurut dia, kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Selain itu, aliran dana asing juga mulai kembali masuk ke pasar SBN, terutama pada instrumen dengan tenor pendek dan menengah.

Ramdan menjelaskan bahwa masuknya modal asing tersebut sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp 18.000 per dolar AS,” ujarnya.

Baca juga : Makin Lemah, Rupiah Tembus Rp 18.016

Bank Indonesia, lanjut Ramdan, akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung keberlanjutan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Selain itu, BI juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing, baik melalui instrumen non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore maupun transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik.

Baca juga : Awal Pekan Rupiah Dibuka Melemah di Posisi Rp 17.864

Ramdan menegaskan seluruh langkah stabilisasi tersebut akan dilakukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.