Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
Kadin Kalbar-Jatim Teken MoU, Fokus Perkuat UMKM dan Investasi
Rabu, 12 Agustus 2026 14:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kadin Jawa Timur (Jatim) memperkuat kolaborasi ekonomi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama tersebut mencakup perdagangan, investasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
MoU diteken Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto dan Ketua Umum Kadin Kalbar Arya Rizqi Darsono dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dengan Kalimantan Barat di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Penandatanganan tersebut disaksikan Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Arya Rizqi Darsono mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi, pasar, dan sumber daya yang dimiliki Kalbar dan Jatim.
Menurutnya, kerja sama tersebut harus segera ditindaklanjuti melalui penjajakan bisnis konkret antarpelaku usaha sehingga tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU.
"Bukan hanya seremonial MoU, tapi kita harus mulai menjajaki setelah MoU ini apa yang akan bisa kita realisasikan. Karena ini baru bicara potensi, potensi investasi," kata Rizqi.
Baca juga : Gandung Pardiman Apresiasi Perpres Ojol: Bebas Pajak dan Berstatus UMKM
Tindak lanjut kerja sama akan diarahkan melalui pola business to business (B2B). Kadin akan memetakan sektor usaha yang memiliki potensi saling melengkapi sebelum mempertemukan pelaku usaha dari kedua daerah.
Pola tersebut diharapkan membuat kerja sama tidak berhenti pada pertukaran informasi. Pelaku usaha dapat dipertemukan berdasarkan kebutuhan pasar, kapasitas produksi, produk yang ditawarkan, hingga peluang investasi.
"Kadin Jawa Timur punya market, Kadin Kalimantan Barat juga punya market. Sama-sama punya market, tapi juga punya sumber daya. Ini yang harus kita rajut bersama, kita kolaborasi bersama," ujarnya.
Salah satu fokus dalam MoU adalah pengembangan perdagangan antarprovinsi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk dari Kalbar maupun Jatim. Rizqi mengatakan, masing-masing daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
Dalam hal ini, Kadin diharapkan menjadi jembatan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis yang sesuai. Kerja sama juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan pelaku UMKM.
"Jadi ini inklusif, kita rangkul semuanya," ujarnya.
Selain perdagangan dan investasi, kedua Kadin sepakat memperkuat kualitas SDM melalui program pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Baca juga : DPP ARUN Dukung AMM Lakukan Riset Dampak SPPG Terhadap UMKM
Fokus program antara lain keselamatan kerja serta pengendalian dan pencegahan pencemaran lingkungan hidup.
Program tersebut diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri terhadap standar keselamatan dan kepatuhan terhadap aspek lingkungan.
Menurut Rizqi, penguatan UMKM juga menjadi bagian penting dalam kerja sama Kadin Kalbar dan Kadin Jatim.
Pembinaan akan diarahkan melalui Rumah Kurasi dan Kadin Institut. Rizqi menjelaskan, Kadin Institut merupakan program yang berjalan bersama Kadin Indonesia.
Program tersebut diharapkan dapat diperkuat di tingkat provinsi sebagai wadah pengembangan kapasitas pelaku usaha.
"Kadin Institut ini adalah program yang jalan dengan Kadin Indonesia. Harapannya nanti semua Kadin provinsi, Kadin Institut ini juga mulai kita jalankan," jelasnya.
Sementara itu, Rumah Kurasi diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas produk UMKM. Proses kurasi dinilai penting agar produk lokal memiliki standar yang lebih baik dan semakin siap menembus pasar yang lebih luas.
Baca juga : Momen Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Dorong Penguatan UMKM di Desa Brilian
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menambahkan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas pasar produk unggulan dari kedua daerah.
Dia melihat peluang untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Sejumlah komoditas dari Kalbar dinilai memiliki peluang untuk masuk ke pasar Jawa Timur.
"Dengan misi dagang ini banyak potensi yang bisa kami dari Jawa Timur beli atau kami dari Jawa Timur jual di sini. Dan transaksinya atau potensi transaksinya juga sangat luar biasa," kata Adik.
Adik menegaskan, kolaborasi Kadin Jatim dan Kadin Kalbar tidak hanya berorientasi pada transaksi perdagangan. Peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pengembangan SDM juga menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya