Dark/Light Mode

Pengamat Energi: Listrik Desa Bisa Dongkrak Ekonomi Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 10:14 WIB
Pengamat Ketahanan Energi Dewan Penasehat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Feiral Rizky Batubara. Dok. Pribadi
Pengamat Ketahanan Energi Dewan Penasehat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Feiral Rizky Batubara. Dok. Pribadi

RM.id  Rakyat Merdeka - Program elektrifikasi desa diharapkan tidak berhenti pada penyediaan penerangan. Kehadiran listrik, khususnya yang bersumber dari energi terbarukan (EBT), perlu dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas dan mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Pengamat Ketahanan Energi Dewan Penasehat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Feiral Rizky Batubara mengatakan, tantangan elektrifikasi Indonesia saat ini bukan hanya memastikan desa tersambung listrik. Pemerintah juga perlu memastikan pasokan listrik cukup, andal, terjangkau dan mampu menopang aktivitas produktif.

“Listrik yang hanya tersedia untuk penerangan belum cukup. Kita ingin listrik menjadi fondasi bagi pendidikan, kesehatan, komunikasi, pengolahan hasil pertanian, perikanan, UMKM, hingga kegiatan produktif lainnya,” ujar Feiral, dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka. 

Menurutnya, pemerintah melalui Program Listrik Desa 2025-2029 menargetkan elektrifikasi sekitar 5.758 desa yang belum teraliri listrik PLN, dengan sasaran sekitar 1,2 juta rumah tangga.

Target tersebut menunjukkan masih adanya kantong masyarakat yang menghadapi persoalan akses listrik, terutama di wilayah 3T, pegunungan, kepulauan, perbatasan dan daerah yang jauh dari jaringan utama. Karena itu, arah elektrifikasi ke depan perlu bergeser dari sekadar access menuju kualitas, keandalan dan pemanfaatan energi secara produktif.

PLTS Untuk Wilayah Terpencil

Feiral mengatakan, Indonesia memiliki beragam potensi EBT yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing daerah. PLTS menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk banyak desa terpencil, terutama kawasan yang jauh dari jaringan PLN.

Baca juga : Dewi Yustisiana Apresiasi Program Listrik Desa, Perluas Akses Energi

PLTS memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas, modularitas, kemudahan instalasi dan ketersediaan sumber energinya. Sistem tersebut dapat dibangun sesuai kebutuhan desa, mulai dari solar home system, PLTS komunal hingga solar mini-grid.

Namun, dia mengingatkan PLTS bukan satu-satunya solusi. Desa yang memiliki aliran sungai kuat dan stabil dapat memanfaatkan mikrohidro. Wilayah dengan potensi biomassa dapat mengembangkan bioenergi, sedangkan daerah dengan potensi angin dapat memanfaatkan tenaga angin.

“Pendekatan yang tepat adalah right energy for the right village. Kita harus memetakan potensi sumber daya lokal, kebutuhan masyarakat, kondisi geografis, kemampuan membayar, serta prospek ekonomi desa sebelum menentukan teknologi yang digunakan,” jelasnya.

PLTS juga dapat dipadukan dengan baterai untuk menjaga ketersediaan listrik ketika matahari tidak bersinar. Kombinasi tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan desa terpencil terhadap genset diesel dan distribusi bahan bakar yang mahal serta sulit secara logistik.

Listrik Jadi Mesin Produktivitas

Menurut Feiral, pemanfaatan listrik harus diarahkan untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru di desa. Dengan pasokan energi yang memadai, masyarakat dapat mengembangkan berbagai usaha produktif sesuai potensi wilayah.

Contohnya, listrik dapat digunakan untuk cold storage perikanan, mesin pengolahan hasil pertanian, pompa air, pengering hasil pertanian, usaha penggilingan, digital center, konektivitas internet hingga UMKM berbasis teknologi.

Baca juga : Pengamat Energi: B50 Kurangi Risiko Gejolak Harga Minyak Dunia

“Dengan demikian, energi menciptakan pendapatan yang kemudian dapat membantu membiayai keberlanjutan sistem energinya,” kata Feiral.

Karena itu, pembangunan pembangkit EBT harus dirancang bersama sistem operasi dan pemeliharaan, pembiayaan jangka panjang, penguatan kapasitas masyarakat serta rencana pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi.

Pemerintah memiliki peran dalam menetapkan standar, memastikan regulasi dan tata kelola, menyediakan dukungan pembiayaan bagi wilayah yang secara komersial belum menarik, serta mengintegrasikan program elektrifikasi dengan pembangunan desa.

Sementara BUMN dapat berperan melalui dukungan teknologi, pembinaan, pendampingan, pengembangan kapasitas serta penciptaan model bisnis yang dapat diterapkan di berbagai daerah.

Warga Jadi Pengelola

Feiral menilai masyarakat desa juga perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengelolaan ekosistem energi. Bukan sekadar penerima bantuan, warga perlu memiliki rasa kepemilikan dan kemampuan mengelola fasilitas energi yang dibangun.

Untuk itu, setiap proyek idealnya dilengkapi mekanisme local ownership, pelatihan operator, dana operasi dan pemeliharaan serta rencana pengembangan pemanfaatan listrik.

Baca juga : Pengamat: Diversifikasi Energi Kunci Mitigasi Risiko Blackout

Keberadaan local hero atau pengelola lokal dapat membantu menjaga keberlanjutan pembangkit setelah proyek selesai. Mereka tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan sederhana, pencatatan konsumsi, keselamatan kerja dan pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif.

Feiral bahkan mengusulkan konsep village energy manager, yakni anak muda atau tokoh lokal yang dilatih khusus untuk mengelola energi desa.

Pada akhirnya, keberhasilan program EBT desa tidak cukup diukur dari jumlah pembangkit yang dibangun atau jumlah desa yang mendapat akses listrik.

“Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah apakah listrik tersebut tetap menyala, apakah masyarakat mampu mengelolanya, apakah anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, apakah produktivitas ekonomi meningkat, dan apakah desa menjadi lebih mandiri,” ujar Feiral.

Dia menegaskan, energi desa perlu dipandang sebagai investasi pembangunan manusia sekaligus ekonomi lokal. Ketika listrik mampu menggerakkan kegiatan produktif, manfaat elektrifikasi akan jauh lebih besar daripada sekadar menerangi rumah warga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.