Dark/Light Mode

FKBI Dorong Prioritaskan Pasokan Energi Pascagempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 23:54 WIB
Foto: FKBI.
Foto: FKBI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelancaran pasokan energi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karena itu, upaya Pertamina menjaga distribusi BBM dan LPG dinilai perlu terus diperkuat selama masa tanggap darurat.

Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengapresiasi langkah Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.

Ketua FKBI Tulus Abadi mengatakan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan penting dalam penanganan bencana karena berkaitan dengan kelancaran distribusi logistik, pangan, air bersih, hingga layanan publik.

"Langkah cepat Pertamina dalam situasi tanggap darurat di NTT sangat mendesak dan memang diperlukan. BBM adalah komoditas yang sangat vital. Tanpa pasokan energi yang stabil, distribusi bahan pangan, air minum, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya dapat terganggu," kata Tulus, Senin (17/8/2026).

Sebelumnya, Pertamina memastikan pasokan energi tetap tersedia di wilayah terdampak gempa meskipun sejumlah jalur transportasi mengalami gangguan.

Baca juga : Boni Hargens Apresiasi Respons Kemanusiaan Kapolri Tangani Gempa NTT

Perusahaan juga menyiapkan rute distribusi alternatif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat.

Selain menjaga pasokan energi, Pertamina turut menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa tenda, obat-obatan, dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak melalui berbagai unit usaha yang tergabung dalam Pertamina Group.

Menurut Tulus, yang juga merupakan pegiat perlindungan konsumen, salah satu fokus pada tahap tanggap darurat adalah memastikan wilayah terdampak tetap memperoleh pasokan BBM dan LPG.

Ia menilai, distribusi energi dapat terus diamankan melalui berbagai moda transportasi yang tersedia, termasuk jalur laut maupun udara apabila diperlukan.

"Daerah yang terdampak gempa harus menjadi prioritas dalam pengamanan pasokan energi. Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM karena kebutuhan energi justru meningkat pada situasi darurat, terutama ketika terjadi gangguan listrik dan masyarakat harus menggunakan generator atau genset," katanya.

Lebih lanjut, Tulus mengatakan, Pertamina memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.

Baca juga : Tangani Korban Gempa, Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan di NTT

Menurutnya, produk energi yang disalurkan Pertamina merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

"BBM dibutuhkan untuk kendaraan masyarakat, transportasi logistik, hingga pembangkit listrik. Begitu juga LPG, baik subsidi maupun nonsubsidi, yang menjadi kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Karena itu, kelancaran pasokan energi akan sangat menentukan kecepatan pemulihan aktivitas sosial maupun ekonomi di wilayah terdampak gempa," tutur Tulus.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, tim Pertamina telah berada di wilayah terdampak untuk berkoordinasi dan mengidentifikasi kebutuhan bantuan masyarakat.

"Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Kitty menjelaskan, sebelumnya Fuel Terminal Reo juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan pangan kepada masyarakat terdampak di wilayah sekitar.

"Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama masa penanganan pascabencana," ujarnya.

Baca juga : Komut Pertamina Tinjau Lokasi Terdampak Gempa, Pastikan Stok BBM NTT Aman

Terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, Pertamina terus berupaya memastikan distribusi energi tetap berjalan meskipun sejumlah wilayah menghadapi kendala akses transportasi akibat gempa.

Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif dan berkoordinasi dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk menjaga kelancaran pasokan energi.

"Upaya pemulihan SPBU di Flores, NTT terus dilakukan, di mana 35 dari 52 SPBU kini kembali beroperasi. Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi BBM dan LPG melalui alih suplai dan transportasi laut, dengan tetap memprioritaskan keselamatan serta keandalan energi," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.