Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perkuat Penanganan Gempa NTT, Kapolri Tinjau Lokasi Terdampak & Serahkan Bantuan
Selasa, 18 Agustus 2026 15:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak gempa bumi dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto serta sejumlah pejabat terkait. Kapolri juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Kapolri mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arahan Presiden. Penanganan mencakup proses pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi korban, tanggap darurat, pelayanan kesehatan hingga distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Sigit.
Kapolri juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak gempa NTT. Dia mengajak masyarakat mendoakan korban meninggal dunia, korban luka serta warga yang masih berada di pengungsian.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mari kita bersama-sama mendoakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, korban luka segera diberikan kesembuhan, serta seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan,” katanya.
Berdasarkan data sementara, gempa tersebut telah menyebabkan 1.245 orang menjadi korban. Rinciannya, 67 orang meninggal dunia, 509 orang mengalami luka berat dan 669 orang luka ringan.
Selain itu, sekitar 27.700 warga mengungsi di 107 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kabupaten.
Baca juga : Kapolri Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT
Sigit mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian saat ini sudah dapat dijangkau. Polri bersama unsur terkait terus mendatangi titik-titik pengungsian untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
Untuk mempercepat penanganan, Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana. Satu posko berada di Labuan Bajo dan tujuh lainnya berada di wilayah Polres terdampak.
Posko tersebut menjadi pusat pelayanan dan koordinasi penanganan masyarakat sekaligus tempat menginventarisasi kebutuhan yang berkembang di lapangan.
Polri juga mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut memiliki kemampuan di berbagai bidang, mulai SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pencarian menggunakan anjing pelacak atau K9, trauma healing, pengamanan hingga pendistribusian bantuan.
Selain personel, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran.
Bantuan tersebut terdiri dari bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Kapolri menegaskan distribusi bantuan akan terus dilakukan berdasarkan evaluasi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi secara bertahap.
“Kami akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap,” tutur Sigit.
Baca juga : HUT Ke-81 RI Di Melbourne Berlangsung Khidmat, WNI Doakan Korban Gempa NTT
Khusus dalam kunjungan ke Manggarai dan Manggarai Timur, Polri menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air dan 36 boks obat-obatan.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan enam truk untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak. Polri juga menyiapkan sarana transportasi udara untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik serta pemantauan wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat. Sarana yang disiapkan meliputi pesawat Beechjet, pesawat CN, pesawat Casa dan helikopter.
Dalam pelayanan kesehatan, Sigit memastikan warga yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan akan mendapatkan bantuan. Apabila diperlukan, masyarakat akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan difasilitasi proses evakuasi dan transportasinya.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok dengan kebutuhan khusus, termasuk ibu hamil yang mendekati waktu persalinan.
“Terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan, tentunya akan segera kita bantu dan apabila diperlukan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Kami akan memfasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya,” tegasnya.
Akses Distribusi Jadi Kendala
Sigit mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum dapat menerima bantuan secara cepat akibat keterbatasan akses dan jalur distribusi.
Namun, Polri bersama seluruh unsur terkait terus menyiapkan berbagai alternatif agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga : NTB Pertama Kirim Bantuan ke NTT, Pengalaman Gempa 2018 Jadi Pelajaran
“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Sigit.
Untuk memperkuat mobilitas selama penanganan bencana, Polri menyiagakan satu unit kapal, tiga pesawat dan tiga helikopter.
Sarana tersebut terdiri dari Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua helikopter AW 169, satu helikopter Bell-429 serta masing-masing satu pesawat CN, Casa dan Beechjet. Kapolri menegaskan Polri akan terus berkoordinasi dengan BNPB, TNI, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana.
“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Sigit berharap kondisi di wilayah terdampak segera membaik. Seluruh proses penanganan bencana diharapkan berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya