Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Gelar National Conference 2026
IIA Indonesia Pacu Auditor Internal Naik Kelas Ke Level Global
Rabu, 19 Agustus 2026 13:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia menyelenggarakan IIA Indonesia National Conference 2026 di The Westin Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/8/2026). Auditor internal Indonesia didorong tidak hanya berperan dalam memastikan kepatuhan, tetapi juga memberikan wawasan strategis dan membangun kepercayaan bagi organisasi.
Konferensi yang mengusung tema “Beyond Assurance: From Compliance to Confidence” tersebut berlangsung selama dua hari dan dihadiri lebih dari 600 pimpinan serta praktisi audit internal dari berbagai daerah di Indonesia.
Presiden IIA Indonesia Angela Simatupang mengatakan, dinamika risiko bisnis, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta perubahan regulasi yang berlangsung cepat menuntut profesi auditor internal untuk terus beradaptasi.
“Internal Audit tidak menciptakan confidence dengan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tugas kita adalah membantu memastikan bahwa organisasi dan institusi kita memang layak untuk dipercaya,” kata Angela dalam konferensi tersebut.
Baca juga : Ketika Integritas Diuji: Pentingnya Etika Auditor bagi Stabilitas Ekonomi
Dalam kesempatan itu, IIA Indonesia juga memaparkan hasil survei terkait penerapan Global Internal Audit Standards (GIAS).
Angela mengatakan hasil survei menunjukkan kompetensi dalam pelaksanaan penugasan audit sudah cukup kuat. Namun, penerapan metodologi audit dan tata kelola pengawasan kualitas masih perlu diperkuat.
“Survei menunjukkan bahwa kita sudah cukup kuat dalam menjalankan penugasan audit. Namun, baru 40 persen organisasi yang metodologi auditnya telah sepenuhnya disesuaikan dengan GIAS, dan baru 49 persen dewan yang secara rutin meninjau QAIP,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan masih diperlukan penguatan bersama dalam aspek metodologi, tata kelola, dan pengawasan kualitas audit internal.
Baca juga : Sumpah Pemuda dan Integritas Auditor: Profesionalisme Menjadi Janji Kebangsaan
Angela juga menekankan pentingnya keberanian profesi auditor internal Indonesia untuk mengukur kapasitasnya menggunakan tolok ukur internasional agar mampu bersaing sekaligus berkontribusi di tingkat global.
“Kalau kita ingin profesional Indonesia diakui mampu bersaing secara global, kita juga harus berani diukur dengan benchmark yang digunakan secara global. Kematangan profesi tidak diukur dari banyaknya standar yang kita buat, tetapi dari kualitas dan konsistensi kita dalam menerapkannya,” katanya.
IIA Indonesia National Conference 2026 menghadirkan sejumlah pejabat negara dan pemimpin institusi, antara lain Menteri Keuangan, Menteri Koperasi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Wakil Gubernur Jawa Timur.
Konferensi tersebut juga diikuti jajaran direksi, komisaris, dan Chief Audit Executive (CAE) dari berbagai perusahaan, BUMN, serta instansi pemerintah.
Baca juga : Ketika Angka Bertemu Nurani: Refleksi Etika Profesi dalam Dunia Audit
Berbagai isu strategis dibahas dalam konferensi tersebut, mulai dari tata kelola dan audit internal, lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG), hingga penyiapan talenta auditor internal untuk menghadapi kebutuhan masa depan.
Angela menegaskan profesi auditor internal Indonesia perlu meningkatkan kualitas agar tidak hanya menjadi pihak yang mempelajari praktik terbaik dari negara lain, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam membentuk praktik terbaik di tingkat global.
“Saya tidak ingin Indonesia hanya menjadi negara yang selalu belajar dari praktik terbaik dunia. Saya ingin Indonesia juga ikut membentuknya. Bukan karena kita ingin dunia mengakui bahwa kita hebat, tetapi karena kualitas kita membuat dunia tidak punya pilihan selain mengakuinya,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya