Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Timnas Putri U-17: Dari Clairefontaine Prancis hingga Panggung Internasional
- KPK Ungkap Rektor Unsoed di-OTT di Jakarta
- Kasus Bappenda Kabupaten Bogor, KPK Sita Duit Rp 1,5 M
- KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Serikat Pekerja Dan Danantara Bangun Sinergi Untuk BUMN Berkelanjutan
Jumat, 21 Agustus 2026 17:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Serikat Pekerja BUMN dan Danantara memperkuat sinergi untuk mendukung transformasi perusahaan pelat merah agar tumbuh berkelanjutan, sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja.
Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam forum yang mempertemukan Federasi Serikat Pekerja BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, manajemen BUMN, Danantara, serta sejumlah pemangku kepentingan bidang ketenagakerjaan.
Forum tersebut menekankan bahwa transformasi BUMN tidak cukup hanya melalui perubahan strategi bisnis, tata kelola, teknologi, dan struktur organisasi. Kualitas sumber daya manusia serta hubungan industrial yang sehat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan transformasi.
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Munir Muradi mengatakan, serikat pekerja tidak seharusnya ditempatkan sebagai pihak yang berseberangan dengan manajemen.
“Serikat pekerja bukan musuh manajemen, tetapi mitra strategis yang memperjuangkan hak pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan,” ujar Munir, dikutip Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, setiap transformasi perusahaan pada akhirnya berdampak langsung kepada pekerja. Karena itu, komunikasi dan keterlibatan pekerja perlu dilakukan sejak tahap perencanaan hingga implementasi.
Dorong Hubungan Industrial sebagai Kemitraan
Baca juga : PTPN III Perkuat Ekonomi Warga Desa Bulok Lewat Relawan Bakti BUMN
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Indra mendorong perubahan paradigma hubungan industrial dari pola konflik menuju kemitraan strategis yang berorientasi pada kepentingan bersama.
Indra menyebut pendekatan tersebut sebagai pergeseran dari negative sum-game menuju positive sum-game. Dalam paradigma ini, pekerja tidak lagi dipandang sekadar sebagai faktor produksi, tetapi sebagai human capital.
Pendidikan, pelatihan, keselamatan dan kesehatan kerja, kata dia, harus dipandang sebagai investasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan pekerja.
“Maju industrinya, sejahtera pekerjanya,” tegas Indra.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) R. Agus Doddy Dwi Sagita menilai kemitraan antara manajemen dan serikat pekerja harus dibangun melalui komunikasi yang rutin, terbuka, dan konstruktif.
Menurutnya, dialog tidak boleh hanya dilakukan ketika terjadi persoalan. Komunikasi yang berjalan baik dapat membuat perbedaan pandangan menjadi bagian dari evaluasi dan perbaikan perusahaan, bukan berkembang menjadi konflik.
Danantara Perkuat Ruang Dialog
Dalam konteks transformasi BUMN, Senior Direktur Human Capital Danantara Aditya Arisusetyo menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Serikat Pekerja BUMN dan Danantara.
Baca juga : Negara Hadir, BUMN Teken MoU 5 Ribu Ton SBM Bersama Koperasi LPER
Berbagai isu strategis, mulai dari transformasi BUMN, kebijakan human capital, kesejahteraan, produktivitas, digitalisasi hingga perubahan organisasi, membutuhkan ruang dialog yang berkelanjutan.
“Kami berharap terbangun sinergi yang semakin baik antara Danantara dan Serikat Pekerja BUMN untuk bersama-sama membahas berbagai isu BUMN dan karyawan,” katanya.
Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya menambahkan, transformasi BUMN harus berjalan beriringan dengan transformasi sumber daya manusia.
Strategi human capital perlu selaras dengan strategi bisnis melalui pengembangan talenta dan kompetensi, penguatan kepemimpinan, budaya kerja adaptif, serta pemanfaatan teknologi dan data.
“Transformasi BUMN harus diikuti transformasi Human Capital. Alignment SDM menjadi penting agar strategi bisnis dan strategi manusia bergerak dalam arah yang sama,” ujarnya.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja BUMN Irfan Nasution mendorong agar sinergi antara serikat pekerja, Danantara, dan Kementerian Ketenagakerjaan dibangun melalui forum komunikasi yang lebih terstruktur. Menurut Irfan, serikat pekerja tetap harus kritis dalam memperjuangkan kepentingan pekerja. Namun, sikap tersebut perlu disampaikan secara konstruktif dengan mengedepankan data, dialog, dan solusi.
“Serikat pekerja harus tetap kritis, tetapi kritis yang konstruktif. Kita memperjuangkan kesejahteraan pekerja sekaligus ikut menjaga keberlanjutan perusahaan,” tegas Irfan.
Baca juga : BTN Gelar Upacara HUT ke-81 RI di BTN Ecopark
Berbagai pandangan tersebut bermuara pada kebutuhan membangun ekosistem BUMN yang menempatkan perusahaan dan pekerja sebagai dua kepentingan yang saling menguatkan.
BUMN yang kuat membutuhkan pekerja yang kompeten, produktif, aman, sehat, dan sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Karena itu, sinergi antara Serikat Pekerja BUMN, manajemen, Danantara, dan pemerintah menjadi fondasi penting untuk mewujudkan transformasi BUMN yang adaptif dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi, menghasilkan solusi bersama, serta memastikan transformasi BUMN berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya