Dark/Light Mode

Eropa Tertarik Investasi di Sektor Hilirisasi-Pertanian, RI Masih Jadi Gadis Yang Cantik

Minggu, 23 Agustus 2026 08:16 WIB
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani (tengah). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani (tengah). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih seperti “gadis cantik” di mata para investor global. Buktinya, investor asal Eropa tertarik menanamkan modalnya di sektor hilirisasi hingga pertanian di Indonesia.

Kabar ini diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani. Ia menyebut, banyak investor dari Jerman dan Prancis berminat menggelontorkan modalnya di Indonesia.

"Banyak sekali potensinya, besar," ungkap Shinta, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Shinta menerangkan, negara-negara di Eropa tertarik berinvestasi di sektor hilirisasi, kesehatan, mineral kritis, perikanan, dan pertanian. Ia pun mendorong agar investasi itu juga masuk ke sektor riil. Dengan begitu, dampak terhadap perekonomian akan sangat positif.

Baca juga : Cek Korban Gempa NTT: Wapres Gendong Bayi, Janji Bantu Biaya Kuliah

Selama ini, Apindo juga turut berusaha meyakinkan investor dari Benua Biru untuk berinvastasi di Indonesia. Ia pun bersyukur saat ini ada Satuan Tugas (Satgas) Task Force Debottlenecking untuk mengatasi masalah teknis dalam implementasi kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Shinta mengatakan, satgas ini juga akan mencari solusi atas hambatan teknis dalam kerja sama antar pelaku usaha dan pihak-pihak yang berkepentingan. Sebelumnya, banyak isu teknis yang disoroti oleh investor, termasuk soal regulasi dan kemudahan usaha di Indonesia.

Menurutnya, kehadiran satgas dalam memudahkan investasi bukan hanya soal pencapaian target perdagangan dan investasi, tapi juga demi kepentingan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Eropa.

Untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa serta mempercepat implementasi IEU CEPA, Pemerintah melaksanakan dialog penting dengan Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, IEU CEPA merupakan game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN/Indo-Pasifik.

Baca juga : Pemerintah Gaspol Jinakkan Karhutla

Menurut Airlangga, saat IEU CEPA diimplementasikan, Indonesia akan memperoleh akses pasar berupa 90,4 persen pos tarif langsung menjadi 0 persen; dan 8,37 persen berkurang bertahap. Perjanjian ini akan memperluas ekspor sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian/perikanan, dan telekomunikasi. Sedangkan bagi Uni Eropa, akan mendapatkan akses pasar Indonesia yang lebih luas bagi industri atau konsumen Eropa serta pasokan produk yang lebih kompetitif.

Airlangga menjelaskan, progres IEU CEPA berjalan positit. Dokumentasi dalam versi Bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan sudah ditandatangani di Oktober 2026. Setelah itu, akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi.

"Di Indonesia, Pak Menteri Perdagangan sudah berkonsultasi dengan DPR. Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres karena sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya akan lebih cepat," terang Airlangga.

Dengan diratifikasinya Perjanjian IEU CEPA, Indonesia berharap akan membuka potensi investasi yang akan masuk ke negara ini. Indonesia mendorong investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi seperti manufaktur maju, energi terbarukan, Electric Vehicle (EV), digital, farmasi, guna mendukung transfer teknologi dan transformasi industri domestik.

Baca juga : Indonesia Ajak Jerman Garap Energi Hijau Dan Semikonduktor

Airlangga menyebut, saat ini Eropa menjadi salah satu partner investasi Indonesia. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, Indonesia banyak mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa business delegation yang besar. MEN/UMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.