Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Suadesa Festival 2026 Hidupkan Kembali Kesenian Lokal Tiyasan
Senin, 24 Agustus 2026 21:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Suadesa Festival 2026 yang digelar PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, tak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi melalui kuliner dan UMKM.
Festival yang berlangsung selama dua hari di kawasan Tiyasan, Condongcatur, Sleman, tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk kembali menampilkan, mengenalkan, sekaligus melestarikan kesenian yang tumbuh di lingkungannya.
Geliat budaya terlihat sejak rangkaian kirab pada Sabtu (22/8/2026) yang menampilkan gunungan hasil bumi, Bregodo Lombok Abang, hingga barisan prajurit perempuan.
Rangkaian tersebut berlanjut pada Minggu (23/8/2026) melalui penampilan Seni Kasidah Badui Walisongo Gandok Tambakan yang memadukan tari, musik, vokal, serta lagu bernuansa religi dan kebangsaan.
Ketua Seni Kasidah Badui Walisongo Gandok Tambakan, Mukholid Hidayat, mengatakan kelompoknya tampil atas undangan pemerintah desa dengan melibatkan sekitar 16 penari, 12 musisi, dan lima vokalis.
Baca juga : Tiyasan Berpeluang Jadi Ekosistem Ekonomi Kreatif Baru di Sleman
Mereka membawakan delapan lagu, termasuk lagu religi dan lagu kebangsaan seperti Hari Merdeka karya Husein Mutahar.
“Ini satu-satunya kesenian religi yang memiliki tari dan gerakan khas yang ada di Kabupaten Sleman. Di luar Sleman belum ada Badui seperti ini,” ujar Mukholid, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, kesempatan tampil dalam Suadesa Festival 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan kesenian khas lokal sekaligus membuka peluang bagi kelompok seni untuk kembali memperoleh ruang pertunjukan secara rutin.
Antusiasme serupa dirasakan pelaku seni lainnya yang terlibat dalam festival yang digelar PGN tersebut.
Titik M mengatakan kesempatan tampil bersama beragam kelompok kesenian serta musisi nasional seperti The Rain dan Jikustik memberikan semangat tersendiri bagi para pelaku seni lokal.
Baca juga : PGN Gelar Suadesa Festival 2025, Truntum Gasblock Diserbu Pengunjung
Menurutnya, Suadesa Festival juga memperkuat kebersamaan warga. Proses latihan dan persiapan pertunjukan membuat warga lebih sering bertemu dan bekerja sama, termasuk dalam menyiapkan kebutuhan selama latihan.
“Dengan adanya event ini membuat kebersamaan warga semakin meningkat dan warga makin guyub,” ungkap Titik.
Semangat untuk menghidupkan kembali kegiatan seni juga dirasakan kelompok Hadroh Azzahra Gandok Tambakan.
Daronah, salah satu anggotanya, menilai Suadesa Festival mendorong pelaku seni di Gandok Tambakan hingga Tiyasan untuk kembali aktif berkegiatan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin sehingga kelompok seni lokal memiliki ruang untuk terus berlatih dan tampil. Harapan serupa disampaikan Mursinah, anggota Hadroh Asyifa Pojok Tiyasan.
Baca juga : PGN Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Suadesa Festival 2025
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kesenian tidak hanya datang dari kalangan ibu-ibu, tetapi juga melibatkan generasi muda.
“Keterlibatan anak-anak dan generasi muda sangat penting agar kesenian tradisional tidak berhenti pada generasi yang sudah lebih dahulu berkecimpung di dalamnya,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya