Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
Festival Suara Nusantara 2026 Hidupkan Legenda Banten, Diikuti 500 Peserta
Selasa, 19 Mei 2026 19:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Navaswara kembali menggelar Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 sebagai upaya melestarikan cerita rakyat Indonesia. Setelah edisi perdana berlangsung di Jakarta pada November 2025, Banten dipilih menjadi lokasi kedua penyelenggaraan program tersebut.
Babak final Suara Nusantara Banten 2026 digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Minggu (17/5/2026). Mengusung tema “Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan”, festival itu diikuti sekitar 500 peserta dari jenjang sekolah dasar hingga kategori umum.
Ketua panitia pelaksana sekaligus Managing Director Navaswara, Cahaya Manthovani mengatakan pemilihan Banten dilakukan atas pertimbangan strategis.
“Secara bisnis, Banten adalah daerah yang paling logis untuk menjadi lokasi kedua karena dekat dengan Jakarta. Namun melalui Suara Nusantara, kami juga melihat potensi luar biasa dari anak-anak hingga peserta umum di provinsi ini,” kata Cahaya.
Cahaya menyebut antusiasme peserta di Banten melampaui ekspektasi. Menurutnya, para peserta tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga menunjukkan persiapan matang, mulai dari penguasaan materi, intonasi, ekspresi, hingga penggunaan kostum dan properti pendukung.
Baca juga : Jelang Kemala Run 2026, Ketua Panitia Cek Rute Demi Kenyamanan Peserta
“Saya belajar banyak dari anak-anak yang tampil. Mereka mampu menghafal cerita selama tiga sampai tujuh menit, mengatur ekspresi, dan menarik perhatian audiens. Itu bukan hal yang mudah,” ujarnya.
Cahaya menilai kegiatan storytelling memiliki manfaat besar dalam membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperkuat literasi.
“Mendongeng penting bukan hanya untuk anak-anak, tetapi semua usia. Kegiatan ini melatih membaca, memahami, menghafal, dan menyampaikan cerita dengan bahasa Indonesia yang baik. Semakin sering berlatih, rasa percaya diri juga semakin terbentuk,” ungkap Cahaya.
Suara Nusantara dirancang sebagai gerakan literasi budaya yang akan menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Setelah Banten, Navaswara menetapkan Jawa Barat sebagai lokasi berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
“Suara Nusantara akan menjadi agenda rutin. Setelah Banten, kami melanjutkan ke Jawa Barat dan terbuka terhadap daerah lain yang ingin menjadi tuan rumah berikutnya,” harap Cahaya.
Baca juga : Akademisi: Operasi Ketupat 2026 Direncanakan dengan Matang
Festival Suara Nusantara 2026 terbagi dalam empat kategori, yakni Benih Nusantara untuk tingkat SD/MI, Tunas Nusantara untuk SMP/MTs, Kuntum Nusantara untuk SMA/SMK, serta Ranting Nusantara untuk mahasiswa dan peserta umum. Melalui program tersebut, Navaswara berharap kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat dan warisan budaya Indonesia terus tumbuh.
“Cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu. Di dalamnya ada nilai moral, keberanian, dan identitas bangsa yang harus tetap hidup dan relevan bagi generasi masa depan,” beber Cahaya.
Gubernur Banten, Andra Soni turut mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, storytelling menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai moral, memperkuat literasi, dan membangun kepercayaan diri generasi muda.
“Budaya tutur adalah akar jati diri masyarakat Banten. Melalui Festival Suara Nusantara, kita tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi juga menanamkan nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan,” ujar Andra.
Ia menambahkan, kegiatan budaya semacam itu juga berpotensi memberi dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM dan penguatan ekonomi lokal.
Baca juga : Universitas Harkat Negeri Hidupkan TLFF untuk Dorong Ekonomi Hijau
“Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Kegiatan seperti ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan UMKM dan ekonomi daerah,” sebutnya.
Cahaya juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten atas dukungan terhadap pelaksanaan festival.
“Tanpa dukungan pemerintah daerah, acara ini tidak mungkin terselenggara dengan baik,” pungkas Andra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya