Dark/Light Mode

Tiyasan Berpeluang Jadi Ekosistem Ekonomi Kreatif Baru di Sleman

Sabtu, 22 Agustus 2026 21:52 WIB
Tiyasan Berpeluang Jadi Ekosistem Ekonomi Kreatif Baru di Sleman

RM.id  Rakyat Merdeka - Kawasan Tiyasan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, berpeluang berkembang menjadi salah satu ekosistem ekonomi kreatif baru di wilayah Yogyakarta bagian utara.

Pertumbuhan usaha kuliner, kafe, UMKM, serta aktivitas masyarakat di kawasan tersebut menjadi modal untuk menghubungkan berbagai potensi ekonomi lokal dalam satu ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Peluang tersebut sejalan dengan perkembangan ekonomi Kabupaten Sleman.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Sleman tumbuh 6,53 persen pada 2025, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif sebagai landasan pengembangan sektor tersebut.

Baca juga : Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Di tingkat lokal, Kalurahan Sinduharjo memiliki beragam potensi, mulai dari kuliner tradisional dan produk olahan, usaha kopi, UMKM, hingga ruang publik yang menjadi tempat berinteraksi masyarakat.

Perkembangan kawasan Tiyasan sebagai area kuliner turut membuka peluang untuk mempertemukan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam aktivitas ekonomi yang saling terhubung.

Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Fajriyah Usman, mengatakan perkembangan kawasan seperti Tiyasan menunjukkan pentingnya membangun ekosistem ekonomi lokal yang mampu menghubungkan potensi masyarakat dengan peluang ekonomi yang terus berkembang.

“Pertumbuhan ekonomi lokal tidak hanya ditentukan oleh semakin banyaknya usaha yang muncul, tetapi juga bagaimana berbagai potensi tersebut dapat saling terhubung dan menciptakan ekosistem yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Tiyasan memiliki modal tersebut melalui perkembangan kuliner, UMKM, komunitas, dan ruang publik,” ujar Fajriyah.

Menurut Fajriyah, keberadaan berbagai aktivitas ekonomi dan komunitas di Tiyasan dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan kawasan tersebut tidak hanya sebagai pusat kuliner, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas dan kolaborasi masyarakat.

Baca juga : PGN dan BRIN Kembangkan Minapadi Salin di Lahan Pesisir Batang

“Ketika pelaku UMKM, usaha kuliner, komunitas, dan masyarakat memiliki ruang untuk bertemu dan berkolaborasi, akan muncul peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi baru. Kami melihat potensi tersebut dapat terus diperkuat di Tiyasan,” jelasnya.

Upaya mempertemukan berbagai potensi tersebut salah satunya diwujudkan melalui Suadesa Festival 2026 yang berlangsung di kawasan Tiyasan pada 22–23 Agustus 2026.

Kegiatan yang didukung PGN tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Sudarja, menyampaikan apresiasi atas dukungan PGN terhadap pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayahnya.

Ia mengatakan Sinduharjo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi sekaligus kreativitas warga.

Baca juga : Menkop: Ekosistem Ekonomi Syariah Harus Menjadi Gerakan Kolaboratif

“Event Suadesa Festival yang digelar di Tiyasan harapannya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membuka ruang bagi kegiatan ekonomi dan kreativitas warga. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin di Kalurahan Sinduharjo sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Sudarja.

Sudarja menyebut Taman Lohjinawi sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan. Ruang publik tersebut memiliki pemandangan menarik dan berada tidak jauh dari sentra UMKM.

Menurutnya, keberadaan ruang publik dan sentra usaha tersebut dapat dikolaborasikan melalui berbagai kegiatan sehingga tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.

“Ke depan kami ingin potensi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ruang publik, kuliner, UMKM, dan kegiatan masyarakat bisa saling terhubung sehingga Tiyasan memiliki daya tarik yang lebih kuat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga,” kata Sudarja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.