Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Timnas U-20 Vs Malaysia Main Kaca Mata di Kualifikasi Piala Asia
- Lolos ke Grup ACL Two, Persib Ditunggu Klub Australia
- Barcelona Pesta Gol, Yamal dan Raphinha Bersinar
- Bawa 4 Trofi, Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina
- Meletus Lagi! Semburan Abu Sinabung Capai 3.500 Meter, Kuta Gugung Mulai Siaga
Pemulihan Pascabencana Terus Berlanjut
BI Salurkan 32,5 Ton Bantuan Kemanusiaan Untuk NTT
Selasa, 1 September 2026 07:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menyalurkan total 32,5 ton bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Termasuk, masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Nagekeo.
Bantuan yang disalurkan melalui jalur udara tersebut merupakan hasil sinergi BI dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Penyaluran dilakukan dalam tiga tahap, menyesuaikan dinamika kebutuhan masyarakat pada setiap fase kedaruratan.
Pada tahap ketiga, sebanyak 14,3 ton bantuan berupa tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan, dan makanan siap saji dilepas dan diberangkatkan dari Museum Bank Indonesia melalui Posko BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Sebelumnya, pada tahap pertama, BI mengirimkan 8,5 ton bantuan pada 24 Agustus 2026. Bantuan tersebut terdiri atas obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, dan perlengkapan higienitas atau kebersihan yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat pascagempa.
Baca juga : Jangan Persulit Layanan Kesehatan Korban Gempa!
Selanjutnya, pada tahap kedua, BI mengirimkan 9,7 ton bantuan pada 27 Agustus 2026 berupa bahan pangan pokok dan air mineral. Bantuan tersebut diberangkatkan menuju Maumere dan diserahkan langsung kepada Pos Pendukung Logistik Nasional BNPB.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan, bank sentral berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi kedaruratan.
“Duka dan kesulitan yang dirasakan saudara-saudara kita di NTT adalah duka kita bersama sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” katanya dalam acara Pelepasan Bantuan Bencana Gempa Bumi NTT oleh BI di Museum BI, Jakarta, Senin (31/8/2026).
“Secara resmi, BI menyerahkan seluruh rangkaian bantuan ini kepada masyarakat NTT melalui Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT,” imbuhnya.
Denny memastikan dukungan BI tidak berhenti pada bantuan darurat. BI akan melanjutkan program pemulihan pascabencana yang mencakup perbaikan sarana umum, seperti rumah ibadah dan sekolah, penyediaan sarana air bersih, pembangunan sumur bor di wilayah terpencil, serta dukungan terhadap sarana pendidikan dan layanan kesehatan.
Ketersediaan Rupiah & Pengendalian Inflasi
Selain bantuan kemanusiaan, BI melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT juga memastikan dua aspek strategis yang mendukung pemulihan wilayah terdampak, yakni ketersediaan uang rupiah dan pengendalian inflasi.
“Kami memastikan kebutuhan likuiditas perbankan tetap terpenuhi, termasuk melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang menjangkau lima wilayah terpencil, yaitu Kupang, Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera,” papar Ramdan.
Baca juga : BI Serukan Sinergi Kebijakan Lintas Negara Dan Lembaga
Dari sisi pengendalian inflasi, BI berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat untuk memitigasi risiko lonjakan harga pascabencana, termasuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan strategis.
Semangat Bangkit Bersama
BI juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB, TNI AU, Pemerintah Provinsi NTT, serta seluruh mitra dan satuan kerja BI yang telah bersinergi dalam menyalurkan ribuan paket bantuan secara cepat, aman, dan tepat sasaran.
Denny menyebut penanganan kebencanaan membutuhkan kerja sama yang terintegrasi, gerak cepat, serta kebersamaan lintas lini.
“BI akan terus berkomitmen mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, selaras dengan mandat undang-undang untuk memberdayakan masyarakat, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BI.
Baca juga : Mandiri Taspen Salurkan Paket Makanan & Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
"Yang paling penting bukan hanya bantuan yang dikirimkan, melainkan harapan yang kami sampaikan kepada masyarakat NTT. Pemerintah hadir, negara hadir, dan kita semua bagian dari Indonesia yang saling mendukung di tengah kesulitan,” tutur Raditya.
Ia berharap dukungan publik terhadap masyarakat NTT tidak berhenti pada tahap tanggap darurat. Seluruh pihak diharapkan terus mendampingi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pascagempa, termasuk kendala dalam rantai penyaluran logistik.
“Semoga, dalam waktu dekat, NTT sudah bangkit kembali dan kondisi kembali normal. Tidak ada bencana yang lebih besar ketimbang semangat kita untuk bangkit bersama,” pungkas Raditya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya