Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri Gelar Baksos Untuk Korban Gempa NTT
Senin, 31 Agustus 2026 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Mahasiswa S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 16 menggelar bakti sosial (baksos) bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/8/2026).
Bantuan tersebut disalurkan untuk meringankan beban warga yang hingga kini masih bertahan di tengah situasi pascabencana.
Sejumlah kebutuhan pokok diberikan kepada masyarakat di Dusun Wairhabi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, serta bantuan yang dikirim melalui Pelabuhan Lorens Say untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah Pelabuhan Palue, Kecamatan Palue.
Bagi warga yang kehilangan kenyamanan rumah dan harus menjalani hari-hari di lokasi pengungsian, bantuan kebutuhan sehari-hari menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Sembako yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Baca juga : BNPB Catat 175.909 Warga Masih Mengungsi Akibat Gempa NTT
Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, air mineral, susu bubuk, mi instan, serta popok bayi.
Di Dusun Wairhabi, bantuan diterima oleh Agustinus Nong Viles selaku Koordinator posko pengungsian.
Posko tersebut menampung warga dari tiga wilayah, yakni Dusun Wairhabi, Dusun Habigahar, dan Kelurahan Waiot.
Tercatat sebanyak 159 kepala keluarga berada di posko pengungsian tersebut. Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang harus menghadapi dampak gempa sekaligus beradaptasi dengan kondisi kehidupan di tempat pengungsian.
Kehadiran para mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri Angkatan 16 tidak sekadar membawa paket sembako. Mereka juga melakukan trauma healing bagi korban gempa, bakti kesehatan.
Baca juga : J99 Corp Himpun Rp 2 M untuk Bantu Korban Gempa NTT dan Kabut Asap Kalimantan
Di tengah situasi sulit yang masih dihadapi para penyintas, bantuan itu menjadi pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi bencana.
Kegiatan sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama saudara sebangsa dan setanah air.
"Kami ingin mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan setelah bencana gempa mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya." ucap Kombes Didit Bambang Wibowo, selaku Perwira pendamping mahasiswa S2 STIK 16 dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Semangat gotong royong menjadi semakin penting ketika kebutuhan masyarakat terdampak masih terus bermunculan. Sejumlah wilayah di NTT memiliki kondisi geografis yang membuat distribusi bantuan tidak selalu mudah dilakukan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.
Baca juga : Komut Pertamina Sapa Korban Gempa NTT, Hibur Anak-anak & Dengar Curhat Pengungsi
Bencana tersebut berdampak luas di NTT. Data pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana mencatat tujuh kabupaten terdampak, yakni Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Di tengah proses pemulihan, aksi kemanusiaan mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri Angkatan 16 menjadi pengingat bahwa pemulihan sebuah bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi juga memastikan para penyintas merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak sendirian.
Kegiatan ini turut dibantu oleh personel Polda NTT dan dihadiri Kapolres AKBP Bambang Supeno,S.I.K.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya