Dark/Light Mode

Menperin Resmikan Pabrik BYD Di Subang, Perkuat Industri Mobil Listrik RI

Kamis, 3 September 2026 13:12 WIB
Foto: DIT/RM
Foto: DIT/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan fasilitas produksi BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Kehadiran pabrik tersebut menjadi langkah baru dalam penguatan industri kendaraan listrik dan manufaktur otomotif di dalam negeri.

Hadir juga dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Bapak Luhut Binsar

Pandjaitan, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Bapak Todotua Pasaribu, Vice President of BYD Auto Co., Ltd., Mr. Liu Xueliang, President Director BYD Motor Indonesia, Mr. Eagle Zhao dan Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi.

Agus mengatakan, peresmian fasilitas produksi BYD tidak sekadar menandai pembukaan pabrik baru, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri kendaraan listrik nasional yang semakin terintegrasi.

Baca juga : Setiap Rupiah Uang Rakyat Harus Jadi Asupan Bergizi dan Menyehatkan

"Peresmian Fasilitas Produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri," kata Agus dalam sambutannya.

Menurut dia, Pemerintah berharap investasi BYD di Indonesia tidak berhenti pada kegiatan produksi kendaraan. BYD diharapkan turut memperkuat industri komponen, rantai pasok, serta ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Indonesia, kata Agus, memiliki modal yang kuat untuk membangun rantai industri kendaraan listrik secara terintegrasi. Ekosistem tersebut mencakup pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, produksi kendaraan listrik, pengembangan pasar domestik, hingga industri daur ulang baterai.

"Kami berharap kehadiran BYD dapat semakin memperkuat keterkaitan antarmata rantai tersebut, termasuk dengan melibatkan industri komponen dan pemasok di dalam negeri," ujarnya.

Baca juga : Kemenperin Pacu Industri Tekstil Indonesia Menang Di Pasar Global

Agus menilai, berdirinya fasilitas produksi BYD di Subang menjadi momentum penting bagi perusahaan asal China tersebut. Setelah mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan, BYD kini mulai memperkuat kegiatan manufaktur di Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2024 hingga Semester I-2026, BYD telah mencatatkan penjualan sebanyak 93.869 unit kendaraan di Indonesia. Perusahaan tersebut juga menguasai 43,2 persen pangsa pasar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat nasional.

Produk BYD yang dipasarkan di Indonesia saat ini telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 40,8 hingga 47 persen. Pemerintah pun terus mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal agar investasi kendaraan listrik memberikan dampak lebih luas bagi industri nasional.

Peresmian pabrik BYD berlangsung di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Pada Semester I 2026, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 70.095 unit dengan pangsa pasar 16,06 persen.

Baca juga : Prabowo Targetkan Ekonomi Mandiri, Menperin Pacu Industrialisasi

Sementara itu, penjualan kendaraan hybrid atau hybrid electric vehicle (HEV) mencapai 40.405 unit dengan pangsa pasar 9,26 persen. Hingga April 2026, total populasi kendaraan listrik di Indonesia tercatat mencapai 468.231 unit.

Pemerintah mencatat saat ini terdapat 14 perusahaan kendaraan listrik roda empat yang telah berinvestasi di Indonesia. Total investasi industri tersebut mencapai Rp24,131 triliun dengan kapasitas produksi sebesar 409.860 unit per tahun.

Dengan beroperasinya fasilitas produksi BYD di Subang, Pemerintah berharap investasi di sektor kendaraan listrik terus berkembang dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri otomotif dan kendaraan listrik global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.