Dark/Light Mode

Menperin: Industri Otomotif Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 07:15 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri otomotif tidak lagi dipandang sekadar sebagai sektor penjualan kendaraan, melainkan telah menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan struktur industri nasional.

Pernyataan itu disampaikan Agus saat membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026).

"Ketika pemerintah berbicara mengenai otomotif, kami tidak sedang berbicara tentang penjualan kendaraan. Kami sedang berbicara tentang ketahanan struktur industri nasional," kata Agus.

Menurut dia, di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, industri otomotif memiliki peran strategis karena menjadi bagian dari industri pengolahan yang masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Baca juga : Menperin Minta Industri Otomotif Percepat Realisasi Investasi

Pada Triwulan I 2026, industri pengolahan menyumbang 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan berkontribusi lebih dari 82 persen terhadap total ekspor Indonesia.

Di dalam sektor tersebut, industri alat angkutan memberikan nilai tambah lebih dari Rp285 triliun. Namun, menurut Agus, kontribusi industri otomotif tidak hanya tercermin dari besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan.

"Yang paling penting bukanlah besaran kontribusinya terhadap PDB, melainkan apa yang berdiri di belakangnya, yaitu ribuan perusahaan pemasok, ratusan ribu keluarga yang menggantungkan penghidupan, dan kemampuan teknologi yang tidak dapat dibeli, tetapi harus dibangun selama bertahun-tahun," ujarnya.

Karena itu, pemerintah menempatkan penguatan industri otomotif sebagai bagian dari strategi menjaga daya tahan ekonomi nasional sekaligus memperkuat basis manufaktur Indonesia.

Baca juga : Menperin Sampaikan 3 Pesan Pemerintah Untuk Industri Otomotif Di GIIAS 2026

Agus mengatakan pemerintah juga tengah mendorong transformasi Indonesia dari sekadar pasar otomotif menjadi basis produksi kendaraan dan pusat ekspor di kawasan.

Pada Semester I 2026, produksi kendaraan bermotor nasional mencapai 615 ribu unit atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan wholesales juga meningkat 15,9 persen menjadi 436 ribu unit, sehingga pemerintah optimistis target penjualan domestik sebanyak 850 ribu unit pada tahun ini dapat tercapai.

Selain itu, ekspor kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) tumbuh 7,7 persen, ekspor completely knocked down(CKD) meningkat 38 persen, dan ekspor komponen naik 46 persen. Sebaliknya, impor kendaraan utuh turun hingga 49 persen.

"Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor kendaraan. Kita telah mulai mengekspor kemampuan untuk membuat kendaraan," kata Agus.

Baca juga : Menkop: Koperasi Jadi Pilar Masa Depan Ekonomi Generasi Muda

Untuk memperkuat daya saing industri, pemerintah meminta pelaku usaha mempercepat realisasi komitmen investasi, memperdalam rantai pasok hingga pemasok lapis kedua dan ketiga, serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor otomotif.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah berkomitmen menjaga kepastian dan konsistensi kebijakan agar iklim investasi tetap kondusif serta mampu mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.