Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Profil Jay Herdman, Putra Pelatih Timnas yang Jadi Andalan Baru Bali United
- Barcelona Tutup Pramusim dengan Gelar Joan Gamper Trophy 2026
- Fitrah Maulana Bangga Bawa Persib Juara Dewata Challenge Series
- STY Puji Perkembangan Persija Usai Laga Uji Coba Di Thailand
- Gabung Klub Arab Saudi, Kakak Pemain Persib Dibanderol Rp1,4 T
Pesan Luhut ke Bos BGN
Setiap Rupiah Uang Rakyat Harus Jadi Asupan Bergizi dan Menyehatkan
Kamis, 20 Agustus 2026 19:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dukungannya terhadap perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memberikan rekomendasi yang dibutuhkan serta memperkuat digitalisasi sistem BGN agar seluruh rantai pasok, kualitas makanan, hingga kinerja setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipantau secara transparan dan aktual.
"Untuk kualitas gizi masa depan anak-anak Indonesia, kita tidak boleh main-main. Setiap rupiah uang rakyat harus dipergunakan menjadi asupan bergizi dan menyehatkan bagi generasi penerus bangsa," kata Luhut via Instagram. Kamis (20/8/2026).
Dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono pada hari ini, Luhut menekankan pentingnya data yang akurat, pengawasan ketat, dan keberanian melakukan koreksi jika ada kekeliruan dalam setiap pengambilan keputusan strategis.
Baca juga : Kepala BGN Soal Keracunan MBG, Nyawa Rakyat Jangan Dijadikan Permainan
"Saya juga sampaikan isi pembicaraan saya dengan Presiden Prabowo via telepon seusai pidato kenegaraan Jumat (14/8/2026) lalu. Bahwa meskipun MBG adalah program flagship beliau, tetapi ada tantangan terbesar yaitu memastikan eksekusinya berjalan benar, konsisten, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Luhut.
Selain itu, Luhut juga menekankan pentingnya refocusing lokasi SPPG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pembangunan SPPG tidak boleh lagi sekadar mengikuti kemudahan berbisnis atau mencari lokasi yang mudah diakses.
"Negara harus hadir lebih dahulu di tempat yang paling sulit dan paling membutuhkan. Penentuan lokasi wajib berbasis data yang akurat mengenai angka prevalensi stunting, kerentanan pangan, dan tantangan geografis," papar Luhut.
Baca juga : Tahu Fantasy-Ayam Garlic, Menu Ibu Hamil Dibikin Lebih Cantik
Sekitar 1.700 SPPG kini juga disiapkan berfokus di wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang tinggi, seperti di Papua, Maluku, Nias, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apresiasi Ketegasan Kepala BGN
Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga mengapresiasi langkah Sudaryono menutup 1.300 SPPG yang belum memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, dalam tiga minggu kepemimpinannya sebagai Kepala BGN.
"Ketegasan ini tidak ditujukan untuk mencari kesalahan, tetapi demi menjaga kualitas gizi anak-anak Indonesia sejak dari proses yang paling sederhana," ujar Luhut.
Baca juga : SPPG Polda Sulteng Pastikan Menu MBG Aman
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya