Dark/Light Mode

Menperin: Industri Pengolahan Terus Tumbuh, Butuh Ribuan Tenaga Kerja Kompeten

Kamis, 16 Juli 2026 18:49 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/RM)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sektor industri pengolahan nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan positif dan terus membutuhkan pasokan tenaga kerja kompeten. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pendidikan vokasi industri untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia sekaligus sektor yang membuka peluang kerja besar bagi tenaga kerja terampil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan pada triwulan I 2026 tumbuh 5,04 persen secara tahunan. Sektor ini juga menyumbang 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, dan berkontribusi sekitar 82 persen terhadap total ekspor nasional.

Baca juga : Perkuat SDM Industri, TMMIN Donasikan Mesin Toyota Ke SMK Lombok

"Industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi kita dan terus menunjukkan kinerja yang positif. Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten. Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia," ujar Agus saat Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI serta Studium Generale Serentak Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perindustrian melepas sebanyak 2.369 lulusan dari sembilan SMK-SMAK dan SMK-SMTI yang berada di bawah pembinaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). Para lulusan berasal dari berbagai bidang keahlian, seperti kimia industri, permesinan, otomasi industri, hingga mekatronika yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor manufaktur.

Menurut Agus, pembangunan industri nasional yang sejalan dengan agenda industrialisasi dan hilirisasi Presiden Prabowo Subianto tidak akan berhasil tanpa dukungan SDM yang kompeten.

Baca juga : Presiden Prabowo Terbitkan Inpres Penyelamatan Gajah, Menhut: Libatkan 9 Menteri

"Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting," katanya.

Selain kompetensi teknis, Menperin juga mengingatkan para lulusan untuk menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja. Menurutnya, kualitas SDM menjadi faktor penting dalam menjaga mutu produk Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.

Sementara itu, Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengungkapkan kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah mendapat pengakuan dari dunia industri. Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,7 persen dari total 2.369 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan manufaktur.

Baca juga : Gugun Gumilar: Indonesia Emas 2045 Butuh Pemuda yang Mampu Merawat Kerukunan

"Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," ujar Doddy.

Ia menambahkan, bagi lulusan yang belum memperoleh pekerjaan, BPSDMI bersama sekolah akan memberikan pendampingan pencarian kerja selama tiga bulan. Jika dalam enam bulan belum terserap, lulusan akan memperoleh pelatihan kompetensi tambahan maupun fasilitasi pemagangan untuk mempercepat penempatan kerja.

Selain mencatat tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kementerian Perindustrian juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1:10,7. Hal itu menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi industri sebagai jalur menuju dunia kerja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.