Dark/Light Mode

Penerbangan Terganggu Erupsi Krakatau

BUMN Perkuat Layanan Transportasi Alternatif

Selasa, 8 September 2026 06:40 WIB
Calon penumpang menunggu di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Aktivitas penerbangan ditutup sementara menyusul indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: Wahyu Dwi Nugroho/RM.id)
Calon penumpang menunggu di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Aktivitas penerbangan ditutup sementara menyusul indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: Wahyu Dwi Nugroho/RM.id)

 Sebelumnya 
“Penyediaan dan pengawasan jalur evakuasi di sepanjang Jalan Raya Anyer-Carita (Banten), serta jalur pesisir Kalianda (Lampung) sangat tepat untuk mengantisipasi dampak gelombang atau abu tebal,” ujar Djoko.

Menurut Djoko, ketika satu moda transportasi terganggu, moda lainnya harus mampu mempertahankan tingkat konektivitas minimum.

“Kalau penerbangan terganggu, sebagian pergerakan penumpang dan logistik perlu memiliki alternatif, baik itu melalui jalan, penyeberangan maupun pelayaran,” tegasnya.

Baca juga : Fasilitas Harus Dipermak, Dokter Hewan Ditambah

Sebaliknya, jika kondisi Selat Sunda memburuk, Pemerintah harus mampu mengelola arus perjalanan sebelum terjadi penumpukan di pelabuhan maupun jaringan jalan.

Menurut Djoko, erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan bahwa resiliensi transportasi bukan hanya soal kemampuan infrastruktur bertahan menghadapi bencana.

“Tetapi, kemampuan keseluruhan sistem untuk mengantisipasi, beradaptasi, mempertahankan konektivitas dan pulih dengan cepat setelah terjadi gangguan,” tegasnya.

Baca juga : London Masih Merah

Senada, Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perumusan Kebijakan Transportasi Ilham Malik mengatakan, perhatian Pemerintah tidak boleh hanya terfokus pada sektor penerbangan.

Menurutnya, Selat Sunda merupakan salah satu koridor transportasi dan logistik paling strategis di Indonesia. Gangguan di kawasan tersebut dapat berdampak pada mobilitas penduduk, distribusi barang, industri, rantai pasok, serta hubungan ekonomi Jawa-Sumatera.

Karena itu, pengoperasian kapal penyeberangan Merak-Bakauheni harus menjadi bagian penting dalam skenario mitigasi.

Baca juga : Sikat Rekan Senegaranya, Diaspora Muda Berjaya Di China Masters 2026

Ilham mengatakan, hingga kondisi terkini, parameter maritim di sekitar Bakauheni dan lintasan Selat Sunda masih memungkinkan aktivitas pelayaran dengan pengawasan ketat.

“Namun, operasi kapal harus terus mengikuti perkembangan arah sebaran abu, jarak pandang, kondisi angin, gelombang dan aktivitas vulkanik,” tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.