Dark/Light Mode

Waste4Change Apresiasi 42 Mitra Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Rabu, 9 September 2026 18:20 WIB
APRESIASI PENGELOLAAN SAMPAH: Waste4Change memberikan penghargaan kepada 42 mitra yang berkontribusi mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan sepanjang 2025.
APRESIASI PENGELOLAAN SAMPAH: Waste4Change memberikan penghargaan kepada 42 mitra yang berkontribusi mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan sepanjang 2025.

RM.id  Rakyat Merdeka - Waste4Change memberikan apresiasi kepada 42 mitra dan instansi yang dinilai berkontribusi dalam mendorong praktik pengelolaan sampah berkelanjutan. Apresiasi diberikan melalui Award4Change dalam rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 di Jakarta.

Sebanyak 43 apresiasi diberikan tahun ini kepada 42 mitra. Salah satu mitra menerima dua penghargaan atas kontribusi berbeda dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sepanjang 2025. Penghargaan tersebut dibagi dalam empat kategori utama. Pertama, Waste Management Improvement in Local Government yang mengapresiasi kontribusi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem, kapasitas, dan infrastruktur pengelolaan sampah.

Kedua, Strategic Partnership & Innovation Award yang menyoroti kemitraan strategis, inovasi, pengembangan ekonomi sirkular, serta pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, Hospitality & Residential Excellence Award bagi pihak yang secara konsisten menerapkan pengelolaan sampah di sektor perhotelan, institusi pendidikan, dan kawasan perumahan.

Sementara kategori Corporate & Commercial Excellence Award diberikan kepada organisasi yang menjalankan praktik pengelolaan sampah bertanggung jawab di lingkungan korporasi, industri, gedung, dan kawasan komersial.

CFO atau Direktur Keuangan Waste4Change Martinus D Adrian Manorek mengatakan, keberlanjutan kini tidak cukup hanya diwujudkan melalui komitmen.

Baca juga : Wamen Stella Beberkan Strategi Negara Berkembang Tak Sekadar Jadi Konsumen AI

Menurutnya, organisasi juga dituntut menerjemahkan komitmen tersebut dalam sistem, investasi, serta dampak yang dapat diukur.

“Keberlanjutan hari ini tidak lagi cukup berhenti pada komitmen. Organisasi semakin dituntut untuk menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam sistem, investasi, dan dampak yang dapat diukur,” kata Martinus, Rabu (9/9/2026).

Melalui Award4Change, lanjut Martinus, Waste4Change ingin memberikan perhatian kepada berbagai pihak yang telah menjalankan langkah nyata dalam menghadapi persoalan sampah.

“Melalui Award4Change, Waste4Change ingin menyoroti berbagai pihak yang telah bergerak melampaui pernyataan dan menghadirkan perubahan nyata dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Martinus menilai langkah yang dilakukan para penerima apresiasi menunjukkan perubahan cara pandang terhadap pengelolaan sampah. Persoalan sampah, kata dia, kini mulai menjadi bagian dari keputusan strategis organisasi dan tidak lagi sekadar diposisikan sebagai fungsi pendukung.

“Kami berharap praktik baik yang diapresiasi hari ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk mengambil langkah serupa dan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia,” harapnya.

Baca juga : Laga Kedua, Bali United Dihantui Cedera

Award4Change sendiri tidak dirancang sebagai ajang kompetisi maupun pemeringkatan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen, pencapaian, inovasi, dan kolaborasi yang dibangun para mitra dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah.

Kontribusi para penerima apresiasi mencakup konsistensi pengelolaan sampah di berbagai lokasi, pengurangan dan pengalihan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, penerapan inovasi, hingga penguatan kolaborasi antara sektor bisnis, pemerintah, dan masyarakat.

Sepanjang 2025, kolaborasi antara Waste4Change dan para mitranya menghasilkan pengurangan sebanyak 38,62 juta kilogram sampah yang berpotensi berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Apresiasi kepada para mitra juga diwujudkan melalui plakat yang menggunakan material daur ulang bernilai rendah. Plakat tersebut dibuat oleh REPAIR Project by Waste4Change.

Inisiatif tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Waste4Change dan RiverRecycle untuk mengumpulkan sampah plastik bernilai rendah dari sungai, kemudian mengolahnya menjadi produk dengan nilai guna lebih tinggi.

Penggunaan material daur ulang dalam plakat tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam penyelenggaraan Award4Change.

Baca juga : KONI Klungkung Gelar TC, Perkuat Fisik dan Mental Atlet Jelang Porprov

Waste4Change berharap berbagai praktik baik yang telah dijalankan para penerima apresiasi dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak organisasi untuk mengambil langkah serupa.

Penyelenggaraan Award4Change dalam rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 juga memperkuat hubungan antara pengelolaan sampah dengan agenda keberlanjutan yang lebih luas.

Chairperson Green Building Council Indonesia (GBCI) Ignesjz Kemalawarta mengatakan, perubahan iklim telah menjadi kenyataan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, kesiapan menghadapi masa depan perlu dibangun melalui praktik bisnis berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak.

“Perubahan iklim sudah menjadi kenyataan yang kita hadapi hari ini. Karena itu, kesiapan menghadapi masa depan harus dibangun sejak sekarang melalui praktik bisnis yang berkelanjutan dan kolaborasi nyata menuju net zero,” pungkas Ignesjz.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.