Dark/Light Mode

Nusa Jaya Tumbuh Bersama Gandeng Krama Adat Selabih Jaga Lingkungan Bali

Senin, 7 September 2026 06:59 WIB
Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama menggandeng masyarakat adat di Desa Selabih Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali. Foto: Nusa Jaya
Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama menggandeng masyarakat adat di Desa Selabih Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali. Foto: Nusa Jaya

RM.id  Rakyat Merdeka - Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama kembali memperluas gerakan penghijauan dengan menggandeng masyarakat adat di Desa Selabih Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali.

Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama untuk mendorong gerakan pelestarian lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan secara berkelanjutan.

Sebelumnya, gerakan penghijauan Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama telah dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Lamongan, Banyuwangi, Sumenep di Jawa Timur.

Kali ini, gerakan tersebut diperluas ke Bali dengan melibatkan krama adat sebagai bagian penting dari upaya menjaga kelestarian lingkungan berbasis masyarakat, Minggu 6 Sepetember 2026.

Founder Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Ahmad Muhlis Fanani mengatakan, penghijauan harus menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat.

Baca juga : Bandara Ngurah Rai Terdampak Erupsi Anak Krakatau: 15 Penerbangan Batal, 1 Delay

Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dan komunitas adat menjadi kunci agar kegiatan penanaman pohon tidak berhenti pada seremoni.

“Menanam pohon adalah langkah sederhana, tetapi merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat adalah bentuk tanggung jawab yang jauh lebih penting. Karena itu, kami ingin gerakan ini tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan,” ujar Muhlis.

Menurut Muhlis, desa memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Lingkungan yang terjaga tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami percaya setiap daerah memiliki kearifan dan kekuatan masyarakatnya sendiri. Karena itu, gerakan penghijauan harus dibangun melalui kolaborasi dengan masyarakat setempat, termasuk krama adat di Bali,” katanya.

Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Moh. Syaiful Rahman mengatakan, perluasan gerakan penghijauan ke Bali merupakan bagian dari upaya membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Baca juga : Tokoh Dunia Bahas Dampak AI, dari Kesenjangan Teknologi hingga Masa Depan

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Harapannya, penanaman pohon tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi gerakan yang terus dirawat dan dikembangkan bersama masyarakat,” kata Syaiful.

Ia menambahkan, gerakan penghijauan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem, memperkuat ruang hijau, mengurangi dampak perubahan iklim, serta membangun budaya menanam dan merawat pohon secara berkelanjutan.

“Satu pohon yang ditanam hari ini mungkin terlihat sederhana. Tetapi ketika dirawat dan tumbuh besar, manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang dan generasi berikutnya. Itulah investasi ekologis yang ingin kami bangun,” jelas Syaiful.

Sementara itu, I Made Sudarma, Krama Adat Selabih Lalang Linggah, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

“Kami menyambut baik kegiatan penanaman pohon ini. Lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat desa. Karena itu, menjaga alam tidak cukup hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi harus menjadi kesadaran bersama,” ujar I Made Sudarma.

Baca juga : Tim Kabaddi Bali Sabet 4 Emas, Atlet Klungkung Sumbang 3 Medali

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mendorong generasi muda agar semakin dekat dengan kegiatan pelestarian alam.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga kesadaran. Mudah-mudahan apa yang dilakukan bersama ini bisa dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi yang akan datang,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan masyarakat adat Selabih Lalang Linggah, Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama berharap gerakan penghijauan dapat terus berkembang dari desa ke desa, dengan mengedepankan partisipasi masyarakat dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi utama pelestarian lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.