Dark/Light Mode

Gaspol Pemerataan Akses Energi, 82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Infrastruktur

Kamis, 17 September 2026 09:35 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia  dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Foto: dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengalokasikan sebagian besar anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2027 untuk pembangunan infrastruktur energi, mulai dari jaringan gas rumah tangga, listrik desa, hingga bantuan pasang baru listrik. Ini merupakan langkah nyata untuk memperluas akses energi bagi masyarakat. 

Dari total pagu anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2027 sebesar Rp27,37 triliun, sekitar Rp22,51 triliun atau 82 persen diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur.

Sekitar Rp3,59 triliun dialokasikan untuk belanja operasional dan Rp1,27 triliun untuk program publik nonfisik.

"Ditetapkan pagu Kementerian ESDM tahun 2027 tidak mengalami perubahan seperti apa yang pimpinan sampaikan sebesar Rp27,37 triliun," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia  dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Bahlil memaparkan, pemerintah menyiapkan Rp5,21 triliun untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 959.232 sambungan rumah, Rp949 miliar untuk Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 400.000 rumah tangga, serta Rp9,32 triliun untuk pembangunan infrastruktur listrik desa di 1.250 lokasi.

Baca juga : Waduh, Harga Minyak Dunia Terus Meroket

Bagi masyarakat di wilayah yang belum menikmati layanan kelistrikan, pemerataan akses menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperluas manfaat pembangunan energi.

Bahlil menyampaikan, perhatian tidak hanya diarahkan kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga desa dan dusun lain yang masih membutuhkan penanganan akses listrik.

"Maka kita akan melakukan secara adil dari Aceh sampai Papua. Jadi, tapi proporsionalnya adalah daerah-daerah yang memang membutuhkan kecepatan," tegasnya.

Saat ini, kata Bahlil, masih terdapat sekitar 10.068 titik desa dan dusun yang membutuhkan penanganan terkait akses kelistrikan. Pada program tahun 2025 yang diresmikan pada 2026, pemerintah telah menangani sekitar 1.416 titik. Sementara program tahun 2026 mencakup sekitar 1.300 titik.

Jangan Tunggu Desil 

Dalam pelaksanaan BPBL, pemerintah juga memperhatikan mekanisme penetapan penerima manfaat agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses listrik.

Baca juga : Bahlil: Jangan Tunggu Desil, Baru Lampu Orang Nyala

Terkait hal tersebut, Bahlil menekankan pentingnya memastikan proses tersebut tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan energi.

"Desil itu penting. Tapi jangan kita tunggu desil dulu, baru lampu orang nyala. Janganlah. Kita lakukan terobosan. Ini untuk rakyat kok," ujarnya.

Pembangunan Infrastruktur Gas & Energi

Selain pembangunan listrik dan jaringan gas rumah tangga, anggaran infrastruktur energi tahun 2027 juga mencakup pembangunan Pipa Gas Bumi Dumai-Sei Mangkei sebesar Rp3,95 triliun, Pipa Transmisi Gas Semarang-Solo-Yogyakarta Rp702,38 miliar, serta Pipa Transmisi Gas Cirebon-Bandung Rp577,56 miliar.

Program lainnya meliputi penyediaan 14.000 paket konverter kit bagi petani, tiga unit PLTMH, program kompor listrik, konversi 63.000 unit sepeda motor listrik, serta pembangunan Kapal Geomarin V.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan infrastruktur energi masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan penanganan ribuan titik yang belum terlayani listrik, serta kebutuhan percepatan pembangunan di wilayah yang membutuhkan prioritas.

Baca juga : Pemprov DKI Didorong Buka Posko Pengaduan

Pemerintah menempatkan pemerataan akses sebagai salah satu arah utama dalam pengelolaan anggaran energi tahun 2027.

Rapat Kerja Komisi XII DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 sebesar Rp27,37 triliun. Dengan dukungan anggaran tersebut, pemerintah mengarahkan pembangunan infrastruktur energi untuk memperluas pelayanan masyarakat dan memperkuat pemerataan akses energi dari Aceh hingga Papua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.