Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- J&T Express Buka Mini Drop Point di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta
- Pramono Ogah Mau Buru-buru Putuskan CFD Jakarta Digelar 2 Kali Sepekan
- Herindra Resmi Pimpin PB ESI, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Esports Asia
- Liverpool Vs Spurs, Robertson Reuni ke Anfield
- Akademisi Dukung Menteri Bahlil Tahan Harga Pertalite
Menambang Kedaulatan: Integrasi Hulu-Hilir Nikel Sulawesi
Selasa, 15 September 2026 17:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Vale Indonesia Tbk (Perseroan), anggota dari Holding Industri Pertambangan MIND ID, resmi mentransformasikan pola operasinya dari berbasis lokasi tunggal (single-operation) menjadi platform pertambangan dan pengolahan nikel multiwilayah (multi-site platform).
Transformasi strategis tersebut diwujudkan melalui percepatan pengembangan tiga proyek pertumbuhan terintegrasi (Indonesia Growth Projects/IGP) di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara dengan total investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut dipaparkan oleh Head of Strategy and Business Development PT Vale Indonesia Tbk, Mateus Sigit Harisulistya, dalam paparan resmi sosialisasi MediaMIND 2026 yang mengangkat tema Hilirisasi Nikel dan Optimasi Nilai Tambah Dalam Negeri di Jakarta, Senin (14/9/2026).
"Selama puluhan tahun, PT Vale hanya beroperasi terintegrasi di Sorowako. Saat ini, kami mentransformasi diri menjadi platform multiwilayah," ujar Sigit.
Sigit menjelaskan, berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang dipegang perseroan, wilayah konsesi PT Vale kini mencakup tiga lokasi strategis dengan karakteristik operasi yang berbeda.
Pertama, Blok Sorowako di Sulawesi Selatan yang merupakan basis operasi eksistensi, berfokus pada penambangan bijih nikel saprolit dan pengolahan nikel matte menggunakan teknologi pirometalurgi.
Untuk mengoptimalkan bijih limonet di kawasan ini, PT Vale bekerja sama dengan mitra mengembangkan fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL).
Kedua, Blok Bahodopi di Morowali, Sulawesi Tengah, di mana perseroan telah memulai konstruksi tambang sejak 2023–2024 dan saat ini telah beroperasi. Bersama mitra melalui skema usaha patungan (joint venture/JV), dibangun pabrik HPAL untuk memproses bijih limonet menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
Baca juga : Atasi Karhutla Mempawah, Dirut ANTAM Turun Langsung Tinjau Pemadaman
Ketiga, Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara yang mengintegrasikan penambangan bijih saprolit dan limonet, dengan menggandeng mitra untuk membangun fasilitas HPAL berkapasitas besar.
Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa PT Vale Indonesia di Sulawesi Tenggara yang mengintegrasikan penambangan dan pengolahan nikel melalui teknologi HPAL.
Terkait perincian investasi dan target operasional tiap proyek IGP, Sigit membeberkan bahwa sesuai kewajiban IUPK, PT Vale memegang 100 persen investasi di porsi hulu atau penambangan.
Sementara pada fasilitas pengolahan di hilir, perseroan mengambil porsi investasi sebagian melalui skema JV sebagai pemegang saham minoritas yang signifikan.
Skema ini diambil guna memastikan PT Vale tetap memegang kendali atas penegakan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG), keterlibatan standar keberlanjutan, serta menjaga izin sosial untuk beroperasi (social license to operate).
Pada IGP Morowali, nilai investasi diproyeksikan mencapai sekitar 1,9 miliar dolar AS untuk fasilitas tambang dan pabrik HPAL bekerja sama dengan GEM dan EcoPro.
Proyek ini menargetkan first mechanical completion pada akhir tahun 2026, dengan target full mechanical completion pada kuartal pertama tahun 2027.
Sementara itu, IGP Pomalaa menelan nilai investasi terbesar, yakni mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS, didukung kemitraan strategis bersama Huayou sebagai penyedia teknologi dan Ford selaku pabrikan otomotif global.
Perseroan menjadwalkan tahap testing dan commissioning untuk satu autoclave pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2024 ini, dengan harapan full mechanical completion tercapai pada akhir tahun, agar dapat beroperasi penuh pada awal tahun depan.
Baca juga : Inalum Perkuat Penanganan Karhutla Di Mempawah, 60 Relawan MIND ID Dikerahkan
Adapun untuk IGP Sorowako, nilai investasi diperkirakan mencapai sekitar 2,1 miliar dolar AS berkolaborasi dengan Huayou. Proyek HPAL ini saat ini masih berada pada tahap awal (early stage) dengan target beroperasi penuh pada tahun 2028.
Mengenai rantai nilai hilirisasi, Sigit menegaskan perseroan saat ini berfokus pada fase pengolahan intermediate untuk menghasilkan MHP. Kendati demikian, perseroan terus mengkaji potensi pengolahan lebih lanjut (further refining/downstreaming) ke produk turunan. Seperti prekursor dan katoda berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dan kementerian terkait.
Penggunaan teknologi HPAL dinilai sangat krusial karena mampu membuka nilai dari bijih nikel limonet kadar rendah yang dahulu hanya dianggap sebagai tanah penutup (overburden) atau limbah.
Selain itu, dibandingkan teknologi lama, HPAL generasi baru memiliki intensitas modal (capital intensity) lebih rendah, emisi karbon yang jauh lebih kecil, serta tingkat pemulihan (recovery) mineral yang tinggi.
Meskipun emisi karbon yang dihasilkan relatif rendah, perseroan menyadari tantangan utama teknologi HPAL terletak pada pengelolaan ampas hasil pengolahan (tailing).
Sigit menegaskan komitmen keberlanjutan perseroan di mana seluruh proyek HPAL yang dibangun bersama mitra diwajibkan memenuhi standar internasional terketat untuk meminimalkan risiko lingkungan, mulai dari tahap rekayasa teknik (engineering) hingga operasional di lapangan.
"Proyek hilirisasi PT Vale bukan sekadar program jangka pendek, melainkan komitmen jangka panjang (long-term horizon). Ini akan memberikan nilai tambah tinggi bagi industri baterai dan kendaraan listrik nasional," pungkas Sigit.
Kesiapan Sektor Hilir dan Evaluasi Makro
Langkah integrasi hulu yang dilakukan PT Vale mendapat dorongan sinergis dari sektor hilir.
Baca juga : MIND ID Kirim 60 Personel Tangani Bencana Karhutla di Mempawah Kalbar
Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya F. Arif, menyampaikan bahwa IBC terus memperkuat penguasaan rantai pasok midstream hingga downstream baterai kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi strategis dengan mitra global seperti CATL.
"Di sisi downstream, kami memegang kepemilikan saham 30 persen bersama CATL. Pabrik ini sudah beroperasi sejak Juli dengan kapasitas awal 6,9 gigawatt hour (GWh) dan akan terus kami ekspansi hingga mencapai 15 GWh," kata Aditya.
Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya F. Arif memaparkan pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik nasional dalam MediaMIND 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto: Fazry/RM.ID)
Ia menambahkan, keterikatan standar ESG dan integrasi rantai pasok dari penambangan nikel hingga pembuatan sel baterai dan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS) menjadi kunci utama agar produk manufaktur Indonesia mampu menembus pasar internasional.
Dari perspektif analisis ekonomi makro, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyoroti implikasi ekonomi regional dari masifnya investasi hilirisasi nikel di Pulau Sulawesi.
Menurut Faisal, kendati hilirisasi berhasil memacu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara drastis di wilayah pusat pengolahan seperti Morowali dan Halmahera, tantangan utama pemerintah dan pelaku industri adalah memastikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal.
Faisal menegaskan bahwa kualitas hilirisasi tidak hanya diukur dari besarnya angka investasi dan volume ekspor intermediate, melainkan dari penciptaan lapangan kerja berstandar keselamatan tinggi, transfer teknologi yang efektif, serta keterlibatan rantai pasok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah, agar pertumbuhan ekonomi terasa inklusif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya