Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
Cegah Karhutla, Cek Endra Minta Perusahaan Perkebunan Siagakan Mobil Tangki Air
Kamis, 17 September 2026 14:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar Cek Endra meminta masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perusahaan perkebunan dan pemilik kebun luas diminta menyiagakan sarana pemadaman, termasuk mobil tangki air, untuk mengantisipasi kebakaran meluas.
Cek Endra mengatakan, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan, termasuk Jambi, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama dan tidak menunggu hingga kebakaran meluas.
“Karhutla merupakan persoalan nasional yang harus dicegah bersama. Masyarakat, pemilik kebun, perusahaan perkebunan, dan pemerintah daerah harus mengambil tanggung jawab sesuai perannya. Jangan membuka atau membersihkan hutan dan lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan, kesehatan, transportasi, dan perekonomian,” kata Cek Endra, Kamis (17/9/2026).
Baca juga : Hanura Kalsel Kerahkan Armada Bantu Jinakkan Karhutla
Ia mencontohkan kondisi di Jambi. Luas karhutla di wilayah tersebut sejak 1 Januari hingga 13 September 2026 mencapai sekitar 2.975 hektare, dengan 134 titik panas dan empat titik api yang menjadi perhatian.
Menurut Cek Endra, kondisi di Jambi menggambarkan ancaman serupa yang dihadapi berbagai daerah. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan tidak boleh baru dilakukan setelah kebakaran meluas.
Cek Endra mengajak masyarakat mengelola kebun dan lingkungan secara bertanggung jawab. Material kering yang mudah terbakar, kata dia, sebaiknya dibersihkan tanpa menggunakan api.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api. Kecepatan pelaporan dan penanganan awal dinilai penting untuk mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.
Selain masyarakat, Cek Endra meminta perusahaan perkebunan maupun perseorangan yang memiliki kebun relatif luas di berbagai daerah menyiagakan mobil tangki air di sekitar kawasan usahanya.
Baca juga : Dewi Yustisiana: SDM Kunci Tingkatkan Kinerja dan Hilirisasi Minerba
Kesiapan tersebut perlu dilengkapi dengan sumber air, pompa, selang pemadam, alat pelindung diri, patroli rutin, serta petugas yang terlatih menghadapi keadaan darurat.
“Mobil tangki jangan baru dicari ketika api sudah membesar. Perusahaan dan pemilik kebun luas harus memiliki sarana pemadaman awal yang siap digunakan setiap saat. Respons pada menit-menit pertama sangat penting untuk mencegah api menyebar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tegas legislator asal Jambi tersebut.
Cek Endra juga berharap, dampak El Niño dan kemarau panjang yang terjadi di berbagai wilayah dapat segera berakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga mulai memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat.
Di sejumlah wilayah, debit sungai dan sumber air mulai berkurang, bahkan sebagian mengering. Kondisi ini membuat masyarakat semakin kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga : Karhutla Menurun, Menhut Dorong Kolaborasi Diperkuat
“Kita berharap kondisi kemarau panjang ini segera berakhir. Pemerintah daerah juga harus mengantisipasi persoalan air bersih, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Jika diperlukan, distribusi air bersih harus segera dilakukan ke daerah-daerah yang terdampak,” ujar Cek Endra.
Cek Endra mendorong pemerintah pusat dan daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, masyarakat peduli api, serta pelaku usaha memperkuat koordinasi, patroli terpadu, dan pemetaan wilayah rawan di seluruh Indonesia.
“Pencegahan harus menjadi prioritas nasional. Dengan disiplin tidak membakar hutan dan lahan, kesiapan sarana pemadaman, serta antisipasi dampak kemarau terhadap kebutuhan air bersih, kita dapat melindungi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan Indonesia,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya