Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
Kekayaan Mineral Dari Ujung Barat Hingga Timur
MIND ID Pacu Hilirisasi Jadi Rantai Industri Nasional
Kamis, 17 September 2026 19:09 WIB
Sebelumnya
DPR Dorong Penguatan Penguasaan Negara
Sementara Komisi XII DPR RI melihat agenda penguatan MIND ID tidak dapat dilepaskan dari persoalan masih kecilnya penguasaan BUMN atas sejumlah komoditas strategis.
Anggota Komisi XII DPR Fraksi Gerindra Rokhmad Ardiyan menyoroti penguasaan produksi BUMN yang menurut data yang dipaparkan MIND ID masih sekitar 5 persen untuk batu bara, 5,97 persen untuk bijih nikel dan di bawah 1 persen untuk emas.
Penguasaan bauksit dan timah relatif lebih besar. Ia pun mendorong agar Pemerintah memberikan ruang lebih besar kepada MIND ID untuk mengelola aset pertambangan yang dapat dikonsolidasikan secara legal dan transparan.
Baca juga : Cegah Karhutla, Cek Endra Minta Perusahaan Perkebunan Siagakan Mobil Tangki Air
"Maka perlu dilakukan terobosan-terobosan, gagasan-gagasan yang besar. Salah satunya adalah penguasaan diperbesar, tata kelolanya diperbesar, teknologinya, jika perlu permodalannya ditambahin lagi,” dorongnya.
Hal senada dilontarkan anggota Komisi XII DPR Fraksi PKB Syafruddin. Dia juga meminta MIND ID menginventarisasi wilayah pertambangan yang izinnya telah dicabut atau tidak beroperasi untuk dikaji kemungkinan pengelolaannya oleh BUMN.
"Supaya penerapan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 itu bisa dilaksanakan secara tegas,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi XII DPR Soegeng Soeparwoto menyatakan konsolidasi aset pertambangan yang terlantar perlu dibicarakan bersama Kementerian ESDM dengan tetap mengikuti prosedur dan mekanisme hukum.
Baca juga : Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Naik Kelas dan Perluas Pasar
“Karpet Merah” untuk BUMN Pertambangan
Dirut MIND ID Maroef Syamsuddin menyambut baik masukan DPR tersebut dan bahkan menyebutnya sebagai tambahan energi bagi MIND ID untuk memperbesar kontribusi negara melalui pengelolaan sumber daya mineral.
Menurut dia, MIND ID memiliki SDM, geolog, teknolog dan tenaga pertambangan yang berpengalaman di berbagai operasi pertambangan skala internasional.
Namun masalahnya, kata dia, bagaimana memastikan BUMN mendapatkan ruang pengelolaan yang sesuai dengan mekanisme hukum.
Baca juga : MIND ID Optimalkan Penerimaan Negara dari Pengelolaan Mineral Nasional
“Kami ingin sekali itu kepada negara melalui kami, BUMN. Saya sudah sampaikan, SDM kami sanggup. Bisa secara teknologi, secara manajemen, administrasi. Kami sanggup,” ujar Maroef.
Ia menegaskan MIND ID tidak ingin sekadar menjadi pemain dalam negeri, tetapi membangun kapasitas hingga mampu bersaing di tingkat global.
Karena itu, menurut Maroef, penguatan MIND ID membutuhkan dukungan regulasi, kepastian investasi, teknologi, permodalan dan mekanisme pengelolaan aset pertambangan yang transparan.
“Agenda besarnya adalah membangun rantai nilai mineral dan batu bara nasional yang semakin terintegrasi dari hulu ke hilir,” pungkas Maroef.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya