Dark/Light Mode

Bali Darurat Rabies, DPR Desak Pemerintah Turun Tangan

Senin, 21 September 2026 22:29 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Bali, Sabtu (19/9/2026). (Foto Parlementaria/Mrs/Andri)
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Bali, Sabtu (19/9/2026). (Foto Parlementaria/Mrs/Andri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bali menghadapi persoalan serius rabies. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyebut provinsi yang menjadi salah satu destinasi wisata dunia itu kini berstatus darurat rabies.

Hal tersebut disampaikan Firman dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Bali, Sabtu (19/9/2026).

Firman mengungkapkan, laporan dari Kepala Dinas menyebutkan, sepanjang 2025 tercatat 66.760 kasus rabies di Bali. Dari jumlah tersebut, 16 orang dilaporkan meninggal dunia.

"Ini bukan main-main, ini sangat serius,” ujar Firman.

Baca juga : Kemenkes Pastikan Siswi Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke RSCM

Persoalan tersebut, menurutnya, tidak bisa hanya ditangani Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Firman mendorong penanganan rabies dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga.

Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Karantina Indonesia, serta kementerian dan lembaga terkait dinilai perlu terlibat.

“Kami ingin ada pertanggungjawaban bersama, tidak hanya Kementerian Pertanian, tapi juga Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Karantina Indonesia, dan kementerian/lembaga terkait agar bersama-sama menyelesaikan ini,” tegasnya.

Ancaman Wisata Bali

Firman menilai, status Bali sebagai destinasi wisata dunia membuat persoalan rabies harus semakin diperhatikan serius. Menurutnya, penyebaran rabies tidak hanya menyangkut keselamatan masyarakat setempat, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.

Baca juga : AIA Jadi Pilot Project Implementasi KAPJ

Risiko tersebut antara lain berasal dari gigitan anjing yang terinfeksi rabies maupun kemungkinan masuknya hewan pembawa rabies dari luar Bali.

“Kami mengusulkan agar pemerintah berkolaborasi atau bersinergi untuk menjaga bersama,” tuturnya.

Firman mengatakan, dalam kunjungan tersebut pihaknya juga menemukan Pemerintah Provinsi Bali menghadapi keterbatasan anggaran untuk menangani persoalan rabies secara mandiri. Karena itu, DPR mendorong adanya tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

Hasil kunjungan kerja tersebut, lanjut Firman, akan ditindaklanjuti dan disampaikan kepada Presiden.

Baca juga : Komisi IV DPR Soroti Kesehatan Masyarakat, Satwa & Flora

Dia juga menyoroti pentingnya keterlibatan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan dalam penanganan persoalan tersebut.

“Kami akan sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa tidak ada gunanya kita mempromosikan Bali ini sebagai wisata global, wisata dunia, namun persoalan yang sangat serius ini tidak mendapatkan perhatian, terutama dari Kementerian Pariwisata dan juga Kesehatan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.