Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Ketum APROPI Puji Kinerja Amran: Layak Jadi Menteri Berkinerja Terbaik
Rabu, 16 September 2026 09:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) Yanurius Nunuhitu mengucapkan selamat kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dinobatkan sebagai salah satu anggota kabinet berkinerja terbaik 2025 dan 2026.
Yanurius menilai penghargaan tersebut layak diberikan kepada Amran karena dinilai memiliki komitmen kuat dan totalitas dalam menjaga serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pada kesempatan ini, kami juga sebagai Ketua APROPI, Asosiasi Produsen Pesticida, menyampaikan selamat kepada Bapak Menteri Pertanian, Bapak Amran Sulaiman, atas dinobatkannya beliau sebagai anggota Kabinet Berkinerja Terbaik 2025 dan 2026,” kata Yanurius dalam acara AgrochemBIZ Show Indonesia 2026 di Grand Ballroom Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Selasa (15/9/2026).
“Jadi menurut hemat kami, Pak Amran ini pantas untuk mendapatkan itu,” sambungnya.
Menurut Yanurius, salah satu faktor yang mendukung kinerja sektor pertanian adalah kebijakan pemerintah dalam menjaga harga hasil panen. Kebijakan tersebut dinilai memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan semangat petani untuk terus berproduksi.
“Kuncinya kenapa ini bisa tercapai menurut kami, bahwa Pak Amran ini punya komitmen yang kuat dan totalitas dalam menghadapi ini,” ujarnya.
Baca juga : Amran: Kami Tak Gentar, Presiden Bilang Gaspol
Dia juga menilai penyerapan gabah oleh Perum Bulog menjadi bagian penting dalam menjaga kepastian pasar bagi petani. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat petani memiliki keyakinan terhadap harga hasil panen yang mereka produksi.
“Jadi strategi yang dipakai oleh beliau adalah menjamin harga panen, sehingga petani itu bersemangat untuk melakukan cocok tanam, tanaman padi, menetapkan harga minimal. Dan beliau mengontrol benar agar Bulog menyerap hasil panen dari petani,” paparnya.
Selain harga dan penyerapan hasil panen, Yanurius mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap ketersediaan sarana produksi pertanian, mulai dari benih, pupuk hingga pestisida.
“Dan Pak Amran juga di lapangan sangat tegas, ngotot, memastikan bahwa sarana produksi seperti bibit, benih, obat-obatan dan pupuk, mudah didapat oleh petani dan terjangkau oleh petani,” tuturnya.
Yanurius juga menyoroti sikap Amran yang dinilainya konsisten menjaga produksi pangan dalam negeri di tengah tekanan untuk melakukan impor beras ketika harga domestik meningkat.
“Tapi Pak Amran ini begitu kuat, kekeh, mempertahankan agar impor beras tidak dilakukan walaupun harga beras dalam negeri lebih tinggi,” ujarnya.
Baca juga : Mentan Turunkan Tim Ahli Tangani Penyakit Bangkalan
Menurut Yanurius, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap petani, tetapi juga memberikan kepastian bagi dunia usaha yang bergerak di sektor pertanian.
“Jadi menjadi anggota kabinet dengan kinerja terbaik itu sudah sewajarnya. Pak Amran ini karakter petarung,” kata Yanurius.
Dia mengatakan kepastian di sektor pertanian turut menjaga kepercayaan pelaku usaha, termasuk produsen pupuk, pestisida, benih, serta alat dan mesin pertanian.
“Bisnis akan terus tumbuh. Kami tetap percaya bahwa kondisi itu tidak akan mengganggu keberlanjutan bisnis. Karena itu, kami akan terus memberikan dukungan,” ungkapnya.
Yanurius menambahkan, peningkatan pendapatan petani dapat menciptakan efek berantai bagi perekonomian. Ketika daya beli petani membaik, kebutuhan terhadap sarana produksi pertanian seperti pupuk, pestisida, dan benih juga ikut meningkat.
Di sisi lain, Yanurius menegaskan industri pestisida memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui AgrochemBIZ Show Indonesia 2026, APROPI mendorong kehadiran produk pestisida yang berkualitas, efektif, efisien, serta aman bagi manusia dan lingkungan.
Baca juga : Pemerintah Tambah Penyaluran 1 Juta Ton Beras Dan 150 Ribu Ton Jagung SPHP
“Tujuan acara ini adalah untuk menghadirkan pestisida yang berkualitas, efektif dan efisien, aman bagi manusia, aman bagi lingkungan hidup, untuk aktivitas pertanian di Indonesia,” tuturnya.
Yanurius berharap pemerintah terus menjaga kesejahteraan petani melalui kebijakan yang memberikan kepastian harga dan pasar.
“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan nasib petani agar ekonominya menjadi lebih baik. Dengan jalan salah satunya mengontrol harga, tidak membuka kran impor, membatasi impor, dan benar kata Pak Presiden, harus swasembada pangan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya